Bengkulu Selatan Diguncang Gempa M 5,3: Warga Rasakan Getaran Kuat, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami
Sabtu, 23 Mei 2026 20:37 WIB
Kabarmalam.com — Keheningan malam di wilayah pesisir Bengkulu seketika terusik saat guncangan tektonik berkekuatan Magnitudo 5,3 menggetarkan tanah pada Sabtu (23/5/2026). Peristiwa yang terjadi tepat pukul 19.40 WIB ini sempat memicu kekhawatiran warga, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan situasi di lapangan.
Analisis Teknis dan Titik Episentrum
Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, pusat gempa bumi ini berada di koordinat 4,67 Lintang Selatan dan 102,58 Bujur Timur. Secara geografis, titik tersebut berlokasi di laut, sekitar 44 kilometer arah barat daya Bengkulu Selatan dengan kedalaman yang tergolong sangat dangkal, yakni hanya 15 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang lazim terjadi di zona aktif. Penyebab utamanya adalah aktivitas subduksi lempeng yang terus bergerak di bawah perairan Sumatera. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik atau oblique thrust,” ungkap Wijayanto dalam keterangan resminya.
Wilayah yang Merasakan Dampak Guncangan
Getaran gempa Bengkulu ini dirasakan dengan intensitas yang beragam di sejumlah titik. Di wilayah Bengkulu Selatan, Kaur, hingga Seluma, guncangan tercatat pada skala intensitas III – IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan beberapa warga sempat keluar bangunan untuk memastikan keamanan.
Sementara itu, guncangan juga menjalar hingga ke Kepahiang, Rejang Lebong, hingga Musi Rawas dengan skala intensitas III MMI. Di daerah-daerah tersebut, masyarakat menggambarkan sensasi getaran yang nyata, serupa dengan truk besar yang sedang melintas di dekat kediaman mereka.
Kondisi Terkini dan Imbauan Keselamatan
Meskipun kekuatan gempa cukup mengagetkan, pihak BMKG memastikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan tidak adanya potensi gelombang tsunami. Hal ini menjadi poin krusial agar masyarakat yang bermukim di sepanjang garis pantai tidak terjebak dalam kepanikan akibat isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan fisik maupun korban luka akibat peristiwa tektonik tersebut. BMKG juga mengonfirmasi bahwa sejauh ini belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Meski demikian, publik tetap diimbau untuk selalu waspada, memeriksa kondisi bangunan masing-masing, dan selalu memantau informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah untuk menghindari disinformasi.