Ikuti Kami
kabarmalam.com

Misteri Kelam di Balik Tirai Mengaji: Korban Guru Ngaji Cabul di Kediri Bertambah Jadi 12 Anak

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 22 Mei 2026 03:33 WIB
Misteri Kelam di Balik Tirai Mengaji: Korban Guru Ngaji Cabul di Kediri Bertambah Jadi 12 Anak

Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti salah satu lingkungan pendidikan agama di Kabupaten Kediri kembali tersingkap dengan kenyataan yang memilukan. Aksi bejat seorang guru ngaji berinisial HO kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian mengungkap lonjakan jumlah korban yang sangat mengejutkan.

Berdasarkan penyelidikan terbaru, jumlah anak di bawah umur yang diduga menjadi korban predator seksual ini telah mencapai 12 orang. Angka yang menyayat hati ini muncul ke permukaan setelah Satreskrim Polres Kediri melakukan pendataan mendalam dengan menggandeng perangkat desa serta melakukan pendekatan kepada para korban.

Pendataan Intensif Ungkap Fakta Mengejutkan

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, memaparkan bahwa penambahan jumlah korban ini merupakan hasil dari pengembangan kasus yang terus bergulir. Menurutnya, keterbukaan informasi pasca laporan awal menjadi kunci terungkapnya skala kasus ini yang sebenarnya.

Baca Juga  Trump Beri Sinyal Negosiasi Kilat dengan Iran di Tengah Ketegangan Blokade Pelabuhan

“Pada saat dilakukan pendataan terhadap korban-korban yang ada, ternyata korban tersebut berjumlah cukup banyak,” jelas AKP Joshua Peter pada Kamis (21/5/2026). Ia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas tindakan kriminalitas yang menargetkan anak-anak tersebut.

Tragedi ini pertama kali terendus ketika salah satu orang tua korban mencium gelagat tidak beres dan menduga buah hatinya telah menjadi korban asusila. Keberanian orang tua tersebut untuk melapor ke perangkat desa menjadi titik awal terbongkarnya kedok tersangka HO, sebelum akhirnya kasus ini resmi bergulir di meja hijau melalui Polres Kediri.

Polisi Buka Posko Pengaduan bagi Korban Lain

Meski angka 12 sudah sangat mengkhawatirkan, pihak kepolisian meyakini bahwa fenomena ini bak fenomena gunung es. Lingkungan belajar bersama guru ngaji yang seharusnya menjadi ruang aman dan suci, kini justru menyisakan trauma mendalam bagi para korban yang masih berusia sangat belia.

Baca Juga  Kedok Suci Pendiri Ponpes di Pati Terbongkar, Empat Tahun Lancarkan Aksi Bejat Terhadap Santriwati

“Berdasarkan data yang sudah kami himpun, terdapat 12 anak di bawah umur yang diduga menjadi korban pencabulan oleh tersangka,” tambah Joshua. Namun, pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada korban-korban lain yang belum berani berbicara.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri untuk tetap waspada dan segera melapor jika mendapati adanya indikasi serupa. Masyarakat yang merasa menjadi korban diharapkan segera menghubungi Unit PPA Satreskrim Polres Kediri agar mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan psikologis yang layak bagi para penyintas pencabulan anak.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul