Kabar Memburuk dari Istana Thailand: Tiga Tahun Koma, Kondisi Putri Bajrakitiyabha Kian Kritis
Jumat, 22 Mei 2026 06:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar memprihatinkan kembali datang dari balik tembok Istana Thailand terkait kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha Mahidol. Setelah hampir tiga tahun terbaring dalam kondisi koma, laporan terbaru dari pihak istana pada Kamis (21/5/2026) menunjukkan tren kesehatan yang terus menurun dan berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan.
Putri sulung Raja Thailand, yang akrab disapa Putri Bha, dilaporkan mengalami ketidakstabilan pada tanda-tanda vitalnya. Tekanan darah yang terus merosot, ritme detak jantung yang tidak beraturan, serta munculnya komplikasi serius berupa gangguan pembekuan darah menjadi tantangan berat bagi tim medis yang telah berjuang menanganinya selama bertahun-tahun.
Awal Mula Tragedi di Pusat Pelatihan Militer
Publik tentu masih mengingat bagaimana awal mula sang putri jatuh sakit secara mendadak. Tepat pada Desember 2022, saat tengah mengikuti pelatihan anjing militer yang rutin dilakukannya, Putri Bha tiba-tiba kehilangan kesadaran. Penyebab utamanya saat itu diidentifikasi sebagai gangguan jantung mendadak yang membuatnya seketika ambruk di lokasi kejadian.
Evakuasi medis darurat segera dilakukan, mulai dari rumah sakit setempat hingga akhirnya ia diterbangkan menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit Chulalongkorn di Bangkok. Sejak saat itu, sang putri praktis belum pernah lagi sadar dari tidur panjangnya di bawah pengawasan ketat tim dokter terbaik kerajaan.
Perjuangan Melawan Infeksi dan Kegagalan Organ
Selama masa perawatan intensif yang melelahkan tersebut, tim medis di Rumah Sakit Palang Merah Chulalongkorn menemukan adanya infeksi berat yang telah menyusup ke dalam aliran darah sang putri. Berbagai protokol medis, termasuk pemberian antibiotik spektrum luas dan penggunaan alat penunjang hidup, terus dikerahkan secara maksimal.
Pada periode Agustus 2025, kondisi kesehatan Putri Bha sempat mencapai fase sulit di mana ia harus menjalani prosedur cuci darah atau dialisis secara rutin. Langkah drastis ini diambil akibat fungsi ginjalnya yang terus merosot tajam. Meskipun alat medis membantu menjaga fungsi paru-paru dan ginjal tetap berjalan, stabilitas tubuhnya tetap berada di ujung tanduk.
Infeksi Meluas yang Kian Tak Terkendali
Memasuki bulan April 2026, tantangan medis yang dihadapi Putri Bha semakin kompleks. Biro Rumah Tangga Kerajaan mengungkapkan bahwa sang putri kini harus berhadapan dengan infeksi lambung parah yang memicu peradangan pada saluran usus. Sayangnya, infeksi tersebut dilaporkan mulai menyebar dan tidak lagi terkendali hingga memengaruhi fungsi organ-organ vital lainnya.
Hingga detik ini, Putri Bha masih berada dalam kondisi koma dan sepenuhnya bergantung pada bantuan alat medis (life support) untuk tetap bertahan. Pihak istana menegaskan bahwa tim medis terus memantau setiap perkembangan sekecil apa pun dengan sangat saksama, sementara doa dari seluruh rakyat Thailand terus mengalir demi keajaiban kesehatan sang putri tercinta.