Update Kondisi Putri Bajrakitiyabha: Perjuangan Tiga Tahun Melawan Koma dan Infeksi Serius
Kamis, 21 Mei 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar memprihatinkan kembali datang dari lingkungan Kerajaan Thailand. Putri sulung Raja Thailand, Putri Bajrakitiyabha Mahidol, dilaporkan berada dalam kondisi yang semakin kritis setelah menjalani perawatan intensif akibat koma yang dideritanya selama lebih dari tiga tahun.
Pihak Biro Rumah Tangga Kerajaan secara resmi merilis pernyataan pada Kamis (21/5/2026), yang mengonfirmasi bahwa kesehatan sosok yang akrab disapa ‘Putri Bha’ tersebut menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Sejumlah parameter medis vital sang putri dilaporkan berada dalam angka yang mengkhawatirkan dan tidak stabil.
Kondisi Medis yang Kian Memburuk
Dalam laporan medis terbaru, tim dokter menyebutkan bahwa Putri Bajrakitiyabha mengalami tekanan darah yang sangat rendah, irama detak jantung yang tidak teratur, serta adanya gangguan pada sistem pembekuan darah. Kondisi ini diperburuk oleh serangan infeksi yang mulai tidak terkendali dan dikhawatirkan telah merusak fungsi organ-organ lainnya.
“Kondisinya terus mengalami penurunan. Infeksi yang menyerang sang putri kini telah menyebar luas dan mempengaruhi fungsi organ-organ tubuhnya secara sistemik,” ungkap perwakilan istana dalam keterangan resminya.
Napak Tilas Insiden dan Komplikasi Medis
Tragedi yang menimpa calon pewaris takhta ini bermula pada Desember 2022. Saat itu, Putri Bha tengah mengikuti sesi pelatihan anjing militer di wilayah Pak Chong sebelum tiba-tiba jatuh pingsan. Diagnosis awal menunjukkan adanya gangguan pada penyakit jantung dan komplikasi infeksi yang membuatnya tidak sadarkan diri hingga saat ini.
Selama menjalani perawatan panjang, tantangan kesehatan sang putri seolah tak kunjung usai. Pada April 2026, tim medis menemukan adanya infeksi lambung parah yang memicu peradangan hebat pada area ususnya. Komplikasi inilah yang diduga menjadi pemicu utama merosotnya kesehatan putri Thailand tersebut dalam beberapa pekan terakhir, sehingga memicu ketidakstabilan tekanan darah yang drastis.
Ketergantungan pada Alat Penunjang Hidup
Hingga detik ini, kelangsungan hidup sang putri sangat bergantung pada dukungan teknologi medis mutakhir. Fungsi paru-paru dan ginjalnya sepenuhnya dibantu oleh alat-alat medis serta konsumsi obat-obatan dosis tinggi secara berkelanjutan.
Meskipun situasi saat ini tampak sangat berat, pihak istana menegaskan bahwa tim dokter akan terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam. Segala upaya medis terbaik dikerahkan untuk memberikan perawatan paling intensif bagi sang putri di tengah masa-masa tersulitnya selama menjalani masa koma yang berkepanjangan ini.