Ikuti Kami
kabarmalam.com

Benarkah Nyeri Leher Belakang Tanda Kolesterol Tinggi? Simak Penjelasan Medis Berikut Ini

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 21 Mei 2026 19:34 WIB
Benarkah Nyeri Leher Belakang Tanda Kolesterol Tinggi? Simak Penjelasan Medis Berikut Ini

Kabarmalam.com — Selama ini, banyak masyarakat yang mengaitkan rasa kaku atau nyeri pada tengkuk leher belakang sebagai alarm otomatis ketika kadar kolesterol dalam darah melonjak drastis. Keluhan “cenat-cenut” ini sering kali dianggap sebagai peringatan setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi. Namun, benarkah sensasi nyeri tersebut merupakan indikator valid dari tingginya kadar kolesterol, ataukah sekadar mitos yang telanjur dipercaya secara turun-temurun?

Mitos di Balik Nyeri Leher dan Kolesterol

Menanggapi fenomena ini, para ahli medis memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan. Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJp(K), secara tegas menyatakan bahwa rasa sakit pada otot leher bukanlah tanda spesifik dari lonjakan kolesterol tinggi. Menurutnya, nyeri di area tersebut lebih sering disebabkan oleh faktor mekanis, seperti kesalahan postur tubuh saat duduk atau bekerja dalam waktu lama.

Senada dengan hal tersebut, dr. Diana F Suganda, seorang spesialis gizi klinik, mengingatkan bahwa kolesterol sebenarnya adalah kondisi yang sering kali bersifat “silent” atau tanpa gejala khas. “Jadi, anggapan bahwa leher sakit pasti kolesterol tinggi itu belum tentu benar. Untuk memastikan kadar kolesterol, satu-satunya cara yang akurat adalah melalui pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Baca Juga  Bukan Sekadar Bening, Simak Rahasia Memilih Air Minum yang Benar-Benar Aman bagi Tubuh

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Meskipun kolesterol jahat (LDL) yang tinggi jarang menunjukkan tanda-tanda fisik yang langsung terasa, dr. Muhammad Imanuddin, spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa ada beberapa keluhan umum yang sering dirasakan pasien meskipun sifatnya tidak spesifik hanya untuk kolesterol. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pembengkakan pada area kaki, tangan, hingga seluruh tubuh dalam kondisi tertentu.
  • Rasa nyeri yang tidak menetap pada tangan, pundak, kaki, hingga leher akibat gangguan sirkulasi secara umum.

Ia menyarankan agar masyarakat melakukan pemeriksaan profil lipid secara rutin untuk memantau kadar kesehatan jantung, yang mencakup pemeriksaan kolesterol total, trigliserida, serta kadar LDL dan HDL di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga  Tragedi dr Myta: Menelusuri Jejak Kelam Beban Kerja Tanpa Jeda bagi Dokter Internship di Jambi

Hubungan Obesitas dan Risiko Penyakit Metabolik

Tampilan fisik memang tidak bisa menjadi satu-satunya acuan, namun obesitas tetap menjadi salah satu faktor risiko utama. Dr. Ray Ratu, SpPD, menjelaskan bahwa penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh memicu terjadinya sindrom metabolik. Kondisi ini biasanya tidak datang sendirian, melainkan disertai dengan kondisi medis lain seperti hipertensi, diabetes mellitus, hingga asam urat tinggi.

“Tidak semua orang gemuk pasti memiliki kolesterol tinggi, namun peluang mereka jauh lebih besar dibandingkan individu dengan berat badan ideal. Obesitas seringkali membawa ‘teman-temannya’ berupa gangguan metabolik lainnya,” tutur dr. Ray.

Faktor Pemicu Kolesterol Tinggi Lainnya

Selain faktor berat badan, gaya hidup memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas kadar lemak dalam darah. Berdasarkan data medis, berikut adalah beberapa pemicu utama yang patut diwaspadai:

  1. Pola Makan Tidak Sehat: Konsumsi lemak jenuh dari daging berlemak serta lemak trans yang sering ditemukan pada camilan olahan.
  2. Kurangnya Aktivitas Fisik: Jarang berolahraga membuat kadar kolesterol baik (HDL) menurun, padahal HDL berfungsi membersihkan kolesterol jahat dari pembuluh darah.
  3. Konsumsi Alkohol: Mengonsumsi alkohol secara berlebihan terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol total secara signifikan.
  4. Faktor Usia: Meski anak-anak bisa mengalaminya, risiko kolesterol tinggi meningkat tajam pada individu di atas usia 40 tahun karena kemampuan hati dalam menyaring LDL mulai menurun.
Baca Juga  Jangan Abaikan! Inilah 7 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C yang Sering Tidak Disadari

Memahami fakta medis ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam diagnosa mandiri yang keliru. Menjaga gaya hidup sehat dan melakukan cek kesehatan rutin adalah kunci utama terhindar dari komplikasi serius akibat kolesterol tinggi.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid