Tragedi Mahasiswi Unhas di Gowa: Teka-Teki Kematian di Balik Gedung Fakultas Teknik
Rabu, 20 Mei 2026 03:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah duka mendalam menyelimuti civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas). Seorang mahasiswi tingkat akhir dari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik berinisial PJT (19), ditemukan tak bernyawa di area parkir kampus yang berlokasi di Jalan Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya keras menyusun kepingan fakta guna mengungkap penyebab pasti di balik insiden tragis tersebut.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap pada Senin malam (18/5/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Keheningan malam di area kampus seketika pecah saat seorang petugas keamanan (satpam) bersama rekannya menemukan tubuh korban tergeletak dalam posisi telungkup di pelataran parkir. Temuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Bontomarannu yang kemudian diteruskan ke unit penyelidikan polisi dari Polres Gowa.
Penyelidikan Mendalam dan Olah TKP
Kepala Unit Resmob Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, menegaskan bahwa pihaknya belum ingin terburu-buru mengambil kesimpulan terkait motif kematian korban. Menurutnya, serangkaian langkah prosedural tengah ditempuh untuk memastikan apakah peristiwa ini murni kecelakaan, aksi nekat mengakhiri hidup, atau terdapat unsur tindak pidana.
“Kami masih terus bergerak di lapangan untuk mengumpulkan fakta-fakta hukum yang relevan. Saat ini, fokus utama kami adalah melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan bukti fisik yang ditemukan di lokasi,” ujar Alfian dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Jejak Terakhir di Rooftop Gedung
Dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang milik korban yang tersebar di dua titik berbeda. Di area parkir, dekat dengan posisi jasad ditemukan, polisi mengamankan sepeda motor dan kacamata milik PJT. Selain itu, ditemukan pula sebuah benda tumpul yang kini menjadi objek pemeriksaan lebih lanjut dalam kematian misterius ini.
Namun, temuan yang cukup menyita perhatian berada di bagian rooftop gedung Fakultas Teknik. Di sana, polisi menemukan tas korban yang berisi laptop, ponsel, identitas pribadi, sepatu, serta barang berharga lainnya. Keberadaan barang-barang pribadi di ketinggian gedung ini memicu spekulasi awal mengenai dugaan korban terjatuh atau melompat, meski hal tersebut belum bisa divalidasi secara medis.
Menanti Hasil Visum Forensik
Hingga laporan ini diturunkan, jenazah mahasiswi malang tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit terdekat. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum resmi dari tim forensik untuk melihat pola luka pada tubuh korban guna menentukan penyebab kematian yang lebih akurat.
Kasus ini menjadi sorotan luas, terutama di kalangan mahasiswa Universitas Hasanuddin, mengingat korban merupakan mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan di salah satu jurusan paling prestisius. Publik berharap agar tabir gelap di balik kematian PJT dapat segera terungkap demi keadilan bagi korban dan ketenangan keluarga yang ditinggalkan.