Sering Dikira Masuk Angin Biasa, Waspada Gejala Serangan Jantung yang Bisa Berakibat Fatal
Rabu, 20 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah masyarakat Indonesia, istilah ‘masuk angin’ seolah menjadi jawaban universal untuk segala jenis keluhan kesehatan yang tidak menentu. Mulai dari rasa mual hingga pegal-pegal, kerokan seringkali dianggap sebagai solusi jitu. Namun, di balik istilah populer tersebut, tersimpan risiko besar yang kerap terabaikan: serangan jantung. Gejala yang sering dianggap sepele ini justru bisa menjadi sinyal peringatan dini dari kondisi medis yang mengancam nyawa.
Membedah Mitos ‘Masuk Angin’ dalam Kacamata Medis
Secara medis, terminologi ‘masuk angin’ sebenarnya tidak pernah ada dalam literatur kesehatan internasional. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kondisi ini merujuk pada rasa meriang atau badan yang terasa kurang sehat akibat demam ringan. Kesalahan dalam mendiagnosis diri sendiri inilah yang seringkali berujung fatal bagi mereka yang sebenarnya tengah mengalami gangguan kesehatan jantung.
Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Melisa Aziz, SpJP, menjelaskan bahwa fenomena salah persepsi ini sangat umum terjadi di Indonesia. Banyak pasien yang datang dalam kondisi terlambat karena mengira nyeri yang mereka rasakan hanyalah gangguan pencernaan atau angin biasa. Padahal, pemahaman yang tepat mengenai perbedaan gejala sangatlah krusial untuk menyelamatkan nyawa.
Mengenali ‘Nyeri Dada’ yang Menjadi Karakteristik Serangan Jantung
Salah satu pembeda utama antara ketidaknyamanan biasa dengan serangan jantung adalah karakteristik rasa nyerinya. Menurut dr. Melisa, serangan jantung umumnya ditandai dengan nyeri dada yang terasa sangat berat, seolah-olah dada sedang ditekan atau ditindih oleh benda yang sangat besar. Kondisi ini berbeda jauh dengan rasa pegal biasa.
“Memang persepsi orang Indonesia seringnya menganggap itu hanya masuk angin. Gejala yang paling umum adalah nyeri dada yang berat,” ungkap dr. Melisa dalam sebuah kesempatan. Menariknya, nyeri ini tidak selalu terpusat di dada. Dalam beberapa kasus, pasien justru merasakan sensasi tidak nyaman di area ulu hati atau perut bagian tengah, sehingga sering dikira sebagai gangguan pencernaan atau maag.
Alarm Tubuh yang Tidak Boleh Diabaikan
Selain nyeri, ada beberapa ‘alarm’ tubuh lain yang menyertai serangan jantung. dr. Melisa menekankan pentingnya waspada jika rasa sesak napas muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas, atau jika jantung terasa berdebar kencang layaknya sehabis berlari maraton. Gejala lain yang sangat khas adalah keluarnya keringat dingin dalam jumlah besar (keringat jagung), mual, hingga muntah-muntah.
Sementara itu, Dr. dr. Muhammad Yamin, SpPJ(K), menambahkan bahwa gejala klasik serangan jantung biasanya melibatkan nyeri dada yang menjalar hingga ke area leher atau lengan kiri. Rasa sakit ini sering kali dipicu oleh aktivitas fisik yang berat, olahraga, atau bahkan gejolak emosi yang tidak stabil.
Lantas, Apa Itu Masuk Angin yang Sebenarnya?
Jika merujuk pada penjelasan dari Kementerian Kesehatan RI, apa yang sering disebut masyarakat sebagai masuk angin biasanya merupakan sekumpulan gejala influenza atau flu yang disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Gejalanya meliputi:
- Malaise: Perasaan lesu, letih, dan tidak bertenaga secara keseluruhan.
- Arthralgia: Rasa linu yang menyerang persendian.
- Myalgia: Nyeri pada otot-otot di seluruh tubuh.
Secara umum, influenza bersifat self-limiting atau bisa sembuh dengan sendirinya melalui respon imun tubuh yang kuat. Namun, dr. Melisa memperingatkan agar masyarakat tidak berjudi dengan nyawa. Jika keluhan muncul secara mendadak, terutama pada lansia atau individu dengan faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, segera bawa ke rumah sakit untuk memastikan apakah itu sekadar flu atau serangan jantung yang memerlukan penanganan medis segera.