Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Inspiratif Charis Nicholas: Perjuangan Panjang Melawan Saraf Kejepit Akibat Cedera Basket yang Nyaris Melumpuhkan

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 19 Mei 2026 15:35 WIB
Kisah Inspiratif Charis Nicholas: Perjuangan Panjang Melawan Saraf Kejepit Akibat Cedera Basket yang Nyaris Melumpuhkan

Kabarmalam.com — Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah Charis Nicholas Tanzil, seorang pemuda berusia 26 tahun asal Tangerang, membagikan kisah perjuangannya menghadapi kondisi medis yang cukup serius. Ia harus berjibaku dengan masalah saraf kejepit selama bertahun-tahun, sebuah kondisi yang nyaris membuatnya kehilangan kemampuan berjalan secara normal.

Kisah pilu ini bermula pada tahun 2017, saat Nicholas sedang berpartisipasi dalam sebuah turnamen basket. Nicholas menceritakan bagaimana sebuah benturan di udara mengubah hidupnya dalam sekejap. Saat ia melompat tinggi untuk berebut bola, ia ditabrak oleh pemain lawan hingga jatuh dalam posisi terduduk. Benturan keras itu menghantam langsung bagian tulang ekornya.

Baca Juga  Rahasia Medis Terungkap: Benjamin Netanyahu dan Perjuangannya Melawan Kanker Prostat

“Saat jatuh pertama kali, adrenalin masih sangat tinggi jadi saya hanya merasa kesemutan dan sedikit kebas di area pinggang sekitar tulang ekor,” kenang Nicholas. Namun, petaka sebenarnya baru terasa ketika ia sampai di rumah. Nicholas tiba-tiba mengalami kesulitan untuk berdiri dan merasakan nyeri yang amat luar biasa di area pinggangnya.

Dampak Berantai Terhadap Kesehatan Tubuh

Rasa sakit yang menetap itu ternyata berdampak luas pada kualitas hidupnya. Nicholas mengungkapkan bahwa rasa nyeri tersebut selalu muncul setiap kali tubuhnya bergerak miring ke samping atau ke belakang. Hal ini mengakibatkan ia menderita gangguan tidur yang parah. Akibat kualitas tidur yang buruk, sistem imun tubuhnya menurun drastis.

Baca Juga  Prediksi Mengerikan 2050: Bangkok Jadi Kota Terpanas di ASEAN, Suhu Tembus 38 Derajat Celsius

Selama kurang lebih tiga tahun, Nicholas harus keluar-masuk rumah sakit. Ia mengaku bisa diopname setiap 3 hingga 4 bulan sekali karena kondisi tubuhnya yang terus melemah. Salah satu keluhan yang paling sering ia alami adalah infeksi tenggorokan kronis akibat daya tahan tubuh yang tidak stabil.

Langkah Operasi dan Pesan Semangat

Berbagai upaya pengobatan telah ia tempuh hingga tahun 2020, namun hasilnya tak kunjung memuaskan. Akhirnya, pada tahun 2021, ia memberanikan diri untuk menjalani prosedur operasi saraf. Keputusan besar tersebut berbuah manis, karena kini kondisinya telah jauh membaik dan ia bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

Melalui konten digitalnya, pria asal Tangerang ini ingin memberikan edukasi sekaligus semangat bagi penyintas lainnya. Nicholas menekankan bahwa cedera olahraga yang melibatkan saraf tidak bisa disamakan dengan cedera fisik biasa seperti patah tulang atau luka luar.

Baca Juga  Waspadai Nocturia: Ketika Sering Kencing di Malam Hari Menjadi Sinyal Kanker Prostat

“Dampaknya ke saraf itu sangat luas dan bisa menjalar ke mana-mana, mulai dari imunitas hingga fungsi otak. Sebab, tulang belakang adalah pusat saraf penghubung utama bagi seluruh bagian tubuh manusia,” pungkasnya dengan penuh harap agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan tulang belakang.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid