Dari Thailand ke ICU: Perjuangan Nyata Wanita Muda Melawan Gagal Organ Total Usai Liburan
Selasa, 19 Mei 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Niat hati ingin melepas penat di Negeri Gajah Putih, Thailand, seorang wanita berusia 28 tahun asal India justru harus berhadapan dengan maut. Liburan romantis yang dirancang bersama sang suami untuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas, mendadak berubah menjadi mimpi buruk medis yang mengancam nyawa.
Awalnya, perjalanan mereka terasa begitu tenang tanpa rencana yang muluk-muluk. Namun, petaka mulai mengintai saat mereka sedang menikmati suasana sore di tepi pantai. Wanita yang tampak sehat ini tiba-tiba merasakan kelelahan yang luar biasa, diikuti rasa mual dan demam ringan. Siapa sangka, tanda-tanda yang dianggap sebagai gejala kelelahan biasa itu adalah awal dari kerusakan organ yang masif.
Kondisi yang Memburuk dengan Cepat
Setelah sempat beristirahat di hotel dengan harapan kondisi tubuh membaik, kenyataan justru berkata lain. Keesokan harinya, kondisinya terjun bebas. Tekanan darahnya merosot tajam ke level yang mengkhawatirkan, tubuhnya menjadi kaku sulit digerakkan, hingga mengalami sesak napas yang berat. Menyadari istrinya dalam bahaya besar, sang suami segera memutuskan untuk terbang kembali ke India.
Setibanya di tanah air, ia langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Manipal di Old Airport Road, Bangalore. Di sana, tim medis bekerja cepat melakukan serangkaian pemeriksaan intensif. Hasilnya mengejutkan: wanita tersebut didiagnosis menderita Hepatitis A.
Bertahan Hidup di Ruang ICU
Infeksi virus tersebut ternyata telah menyerang hatinya dengan agresif, yang kemudian memicu reaksi berantai ke organ vital lainnya. Pasien segera dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) dan dipasangkan mesin ventilator untuk membantu pernapasannya. Kondisinya dikategorikan sebagai gagal organ total.
Dr. Mohammed Fahad Khan, Konsultan Nefrologi dan Transplantasi di Rumah Sakit Manipal, mengungkapkan betapa kritisnya situasi saat itu. “Tekanan darahnya tidak stabil meski telah diberikan obat-obatan kuat atau inotropik. Di saat yang sama, ginjalnya mulai berhenti berfungsi, mencapai fase cedera ginjal akut stadium 3,” jelasnya. Pasien pun harus menjalani Terapi Penggantian Ginjal Berkelanjutan (CRRT), sebuah bentuk dialisis khusus untuk pasien kritis, serta menerima beberapa kali transfusi darah akibat anemia berat.
Keajaiban Medis dan Pemulihan
Menghadapi kasus yang kompleks ini, pihak rumah sakit membentuk tim multidisiplin yang melibatkan pakar perawatan intensif, gastroenterologi, dan nefrologi. Di bawah pengawasan Dr. Sunil Karanth dan Dr. Raj Vigna Venugopal, tim dokter bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh untuk menstabilkan fungsi tubuh pasien.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Secara perlahan, tubuh wanita muda ini memberikan respons positif. Tekanan darahnya mulai normal, mesin bantuan napas mulai bisa dilepas, dan fungsi hati serta ginjalnya berangsur pulih. Setelah melewati masa-masa kelam di ICU, ia akhirnya dinyatakan sembuh total.
Kini, wanita tersebut telah kembali beraktivitas dan bekerja seperti sediakala. Kisah ini menjadi pengingat keras bagi kita semua agar tidak meremehkan masalah kesehatan sekecil apa pun saat melakukan perjalanan jauh. Seringkali, apa yang kita anggap sebagai lelah biasa bisa jadi adalah sinyal darurat dari dalam tubuh yang membutuhkan penanganan medis segera.