Wamensos Agus Jabo Priyono: Tagana Adalah Ujung Tombak Penanggulangan Bencana Kemensos
Senin, 18 Mei 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Menghadapi tantangan anomali cuaca dan potensi bencana alam yang kian dinamis, Kementerian Sosial terus memperkuat barisan relawannya di garda terdepan. Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, memberikan penekanan khusus pada peran vital para relawan saat menghadiri Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Dalam arahannya, Agus Jabo menegaskan bahwa Taruna Siaga Bencana atau Tagana bukan sekadar kelompok relawan biasa. Mereka adalah pilar utama dalam sistem perlindungan sosial yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan masyarakat di tengah situasi darurat.
Garda Terdepan di Tengah Situasi Sulit
“Tagana adalah ujung tombak bagi Kemensos dalam menangani bencana alam,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Senin (18/5/2026). Menurutnya, tugas seorang relawan menuntut lebih dari sekadar semangat kerelawanan; dibutuhkan kesiapan mental yang baja dan ketangkasan khusus untuk terjun langsung ke lokasi terdampak.
Agus Jabo menggambarkan realitas lapangan yang harus dihadapi para relawan dengan penuh tantangan. Mereka dituntut siap sedia bekerja di bawah terik matahari yang menyengat, berjibaku di tengah terjangan banjir, hingga menghadapi risiko di kawasan tanah longsor. Komitmen fisik dan mental inilah yang menjadi fondasi dalam setiap penanganan bencana di tanah air.
Strategi Mitigasi dan Respons Cepat
Selain kesiapan personel, Kementerian Sosial juga menitikberatkan pada langkah preventif melalui strategi mitigasi yang terukur. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan pembangunan Lumbung Sosial di titik-titik rawan.
“Pertama adalah mitigasi, dengan kemudian membangun kampung siaga bencana, termasuk membangun lumbung sosial,” jelas Wamensos. Saat bencana benar-benar terjadi, ia menginstruksikan agar seluruh elemen bergerak serentak dan terkoordinasi dengan target utama: keselamatan warga adalah prioritas tertinggi.
Ia juga menegaskan bahwa Kemensos akan bereaksi cepat begitu menerima laporan darurat dari daerah. Koordinasi antara pusat dan pemerintah daerah diharapkan berjalan tanpa hambatan, sehingga bantuan dapat segera disalurkan tanpa keraguan administratif di tengah kondisi kritis.
Menoleh ke Pulosari: Wilayah Rawan yang Tangguh
Kecamatan Pulosari di Kabupaten Pemalang menjadi perhatian khusus karena letak geografisnya yang rawan banjir bandang. Tingginya curah hujan dan luapan air dari hulu gunung sempat meluluhlantakkan wilayah ini pada awal tahun lalu. Desa Penakir, misalnya, mencatat sejarah kelam dengan puluhan rumah rusak dan belasan jembatan terputus, memaksa ratusan warga mengungsi.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemensos telah menyalurkan berbagai bantuan logistik mulai dari makanan siap saji, perlengkapan darurat seperti tenda, hingga penyediaan genset untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat saat infrastruktur listrik terganggu.
Acara di Pendopo Kabupaten Pemalang tersebut juga dimeriahkan dengan nyanyian Mars Tagana yang membakar semangat, peninjauan fasilitas KSB, serta pembacaan ikrar kesiapsiagaan oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji. Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, secara resmi mengukuhkan KSB sebagai simbol kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat gotong royong demi menghadapi segala kemungkinan bencana di masa depan.