Menanti Gebrakan Jokowi di NTT: Antara Peninjauan Rumput Laut dan Sentilan Tajam PDIP Soal Ijazah
Senin, 18 Mei 2026 18:33 WIB
Kabarmalam.com — Rencana safari Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk berkeliling Indonesia dalam waktu dekat mulai memicu dinamika di panggung politik nasional. Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut bakal menjadi titik awal dari perjalanan panjang sang mantan kepala negara tersebut pada Juni mendatang. Namun, di balik persiapan agenda tersebut, muncul suara kritis dari kader PDI Perjuangan (PDIP) yang kembali mengungkit persoalan sensitif.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan menohok terkait rencana kunjungan Jokowi ke Bumi Flobamora. Andreas menyoroti sebuah isu lama yang menurutnya masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat NTT, yakni perihal keabsahan ijazah pendidikan Jokowi. Ia secara terbuka mempertanyakan apakah kunjungan tersebut memiliki misi khusus untuk menjawab keraguan publik.
Sentilan Tajam dari PDI Perjuangan
“Di NTT banyak orang bertanya-tanya, apakah ijazah Jokowi itu asli atau palsu. Apakah kunjungan beliau tersebut bertujuan untuk secara langsung menunjukkan ijazahnya kepada masyarakat?” ujar Andreas Hugo Pareira kepada awak media pada Senin (18/5/2026).
Andreas berpendapat bahwa momentum kunjungan ke daerah seharusnya digunakan untuk menyelesaikan polemik yang berkembang, ketimbang sekadar menjalankan agenda politik. Baginya, persoalan ijazah yang terus bergulir tanpa titik terang hanya akan menambah kebingungan di lapisan masyarakat bawah. Ia berharap ada kejelasan agar isu yang dianggapnya ‘sepele namun berlarut-larut’ ini tidak lagi menjadi beban sejarah.
Agenda Kerakyatan Versus Spekulasi Politik
Di sisi lain, lingkaran pendukung setia Jokowi memberikan penjelasan yang berbeda. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, membocorkan bahwa fokus utama kunjungan ke NTT bukanlah untuk menanggapi polemik ijazah, melainkan untuk meninjau potensi ekonomi lokal.
“Bocorannya, Pak Jokowi akan berkunjung ke NTT untuk melihat langsung budidaya rumput laut sekaligus menyapa masyarakat di sana,” ungkap Freddy. Meski demikian, ia menegaskan bahwa daftar lokasi kunjungan masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi di lapangan.
Pendampingan Projo di Setiap Daerah
Freddy juga menambahkan bahwa dalam setiap langkah kaki Jokowi di daerah, para pengurus Projo setempat dipastikan akan hadir mendampingi. Kehadiran organisasi relawan ini bertujuan untuk memastikan interaksi antara Jokowi dan warga tetap hangat, sebagaimana gaya kepemimpinan yang ia tunjukkan selama sepuluh tahun menjabat.
Kunjungan perdana yang direncanakan mulai Juni 2026 ini diprediksi akan terus menjadi sorotan, terutama mengenai bagaimana sang mantan presiden merespons kritik-kritik dari mitra politik lamanya di PDIP sembari tetap menjaga kedekatannya dengan rakyat di berbagai pelosok nusantara.