Strategi Ketahanan Pangan Polda Riau: Panen Raya 117,3 Ton Jagung Perkuat Sektor Agraria
Sabtu, 16 Mei 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah upaya pemerintah memperkuat kemandirian bangsa, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menunjukkan aksi nyata yang melampaui tugas konvensional penegakan hukum. Korps Bhayangkara di Bumi Lancang Kuning ini sukses membuktikan kontribusinya dalam sektor agraris dengan mencatatkan hasil panen jagung yang fantastis, mencapai 117,3 ton pada Kuartal II tahun 2026.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mengawal program swasembada pangan nasional. Berlokasi di berbagai wilayah hukum polres jajaran, panen raya ini dilakukan di atas lahan seluas 58,65 hektare. Momentum ini selaras dengan agenda nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terpusat di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Sinergi Strategis Demi Kesejahteraan Masyarakat
Meskipun mengikuti prosesi secara daring dari Kota Pekanbaru, antusiasme jajaran Polda Riau tidak surut. Acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremoni, tetapi juga diisi dengan berbagai langkah konkret, mulai dari penyerahan hasil penjualan jagung secara simbolis kepada Perum Bulog Riau-Kepri hingga pemberian apresiasi kepada para pemilik lahan dan kelompok tani yang menjadi mitra strategis kepolisian.
Mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa peran Polri saat ini telah bertransformasi menjadi dinamisator pembangunan. “Polri hadir tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani. Kami ingin memastikan stabilitas harga terjaga dan distribusi hasil panen berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Brigjen Hengki dengan optimisme tinggi.
Optimalisasi Lahan dan Inovasi Tumpang Sari
Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polda Riau bersama kelompok tani binaan telah menggarap lahan seluas 1.690,37 hektare. Namun, potensi yang ada jauh lebih besar, yakni mencapai 7.355,29 hektare. Di tahun ini, target utama adalah mengoptimalisasi seluruh sisa lahan tersebut melalui sinergi lintas sektoral bersama pemerintah daerah dan TNI.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah pengembangan pola tumpang sari di area perkebunan sawit seluas 2.000 hektare. Langkah cerdas ini diambil untuk memaksimalkan fungsi lahan produktif tanpa mengganggu komoditas utama Riau, yakni kelapa sawit. Sebagai contoh nyata, lahan seluas 3,8 hektare milik Bapak Kahar di bawah binaan Polresta Pekanbaru mampu menyumbang sekitar 26,6 ton jagung pipil dalam panen kali ini.
Menuju Riau Sebagai Lumbung Pangan Nasional
Brigjen Hengki menambahkan bahwa ketahanan pangan adalah pilar penting dari keamanan nasional. Dengan semangat gotong royong, Riau diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada pasokan dari luar daerah, tetapi mampu bertransformasi menjadi lumbung pangan yang mandiri.
“Sinergi ini adalah bukti bahwa tantangan global apa pun bisa kita hadapi jika semua pihak bergerak bersama. Kami yakin, dengan kerja keras dan kolaborasi yang konsisten, Riau akan memberikan kontribusi besar bagi kedaulatan pangan Indonesia,” pungkasnya. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan peninjauan booth pupuk cair inovatif milik THH Polda Riau, yang diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian di masa mendatang.