Ikuti Kami
kabarmalam.com

Skandal Child Grooming di SMK Tangsel Mencuat, Polisi Selidiki Kepsek yang Diduga Manipulasi Siswi Fatherless

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 16 Mei 2026 15:04 WIB
Skandal Child Grooming di SMK Tangsel Mencuat, Polisi Selidiki Kepsek yang Diduga Manipulasi Siswi Fatherless

Kabarmalam.com — Gelombang keresahan melanda dunia pendidikan di kawasan Tangerang Selatan setelah dugaan praktik manipulasi psikologis atau child grooming yang menyeret seorang oknum kepala sekolah swasta mencuat ke ruang publik. Kasus yang melibatkan inisial AMA, seorang pimpinan di salah satu SMK swasta ternama di Pamulang, kini tengah berada dalam bidikan serius aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak melakukan penyelidikan mendalam. Langkah ini diambil setelah tim patroli siber menemukan berbagai unggahan viral yang memuat kesaksian pilu mengenai perilaku menyimpang tersebut di media sosial.

Kronologi Penyelidikan dan Pemeriksaan Pihak Terkait

Penyelidikan ini berkembang cepat. Menariknya, terduga pelaku yakni AMA sempat menyambangi Mapolres Tangerang Selatan dengan dalih ingin berkonsultasi mengenai pemberitaan yang menyudutkan dirinya. Namun, situasi tersebut justru menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk melakukan pemeriksaan intensif.

Baca Juga  Semangat Nasionalisme dari Mataram: MPR RI Pacu Karakter Generasi Muda NTB Lewat LKBB-PB 2026

“Saat personel kami tengah mengumpulkan informasi di lapangan, Saudara AMA datang ke Polres untuk berkonsultasi. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) segera mengambil momentum tersebut untuk memintai keterangan yang bersangkutan hingga larut malam,” ujar AKP Wira Graha Setiawan kepada awak media.

Modus Operandi: Mengincar Siswi ‘Fatherless’

Berdasarkan narasi yang beredar luas di jagat maya, terungkap pola pendekatan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut. AMA disebut-sebut sengaja membidik para siswi yang memiliki latar belakang kurang mendapatkan perhatian figur ayah atau yang sering disebut dengan istilah fatherless.

Praktik child grooming ini dilakukan secara sistematis. Pelaku memosisikan diri sebagai sosok pendengar yang baik, memberikan validasi berlebihan, hingga perlahan menormalisasi interaksi seksual di bawah bayang-bayang relasi kuasa. Komnas Perempuan mencatat bahwa taktik ini sering kali berujung pada isolasi korban dari lingkungan sosialnya, serta pemanfaatan rasa bersalah untuk membungkam suara korban.

Baca Juga  Bongkar Gurita Pencucian Uang, Bareskrim Ringkus Istri dan Dua Anak Bandar Narkoba Ko Erwin

Langkah Tegas Pihak Yayasan Sekolah

Merespons kegaduhan yang terjadi, pihak sekolah yang berlokasi di Pamulang tersebut tidak tinggal diam. Melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya, pihak yayasan menegaskan telah membebastugaskan AMA dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

“Keputusan penonaktifan ini diambil demi menjaga transparansi dan memastikan proses investigasi internal berjalan tanpa hambatan. Fokus utama kami adalah menjamin lingkungan belajar yang aman bagi seluruh siswa,” tulis manajemen sekolah dalam pernyataan resminya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh institusi pendidikan untuk memperketat sistem pengawasan dan perlindungan anak. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami bukti-bukti tambahan untuk menentukan status hukum selanjutnya bagi AMA, sementara pendampingan psikologis terhadap para korban diharapkan menjadi prioritas utama pihak-pihak terkait.

Baca Juga  Insiden Truk Mogok di Flyover Ciputat: Masalah Rem Sempat Picu Kekhawatiran Pengendara
Tentang Penulis
Husnul
Husnul