Semeru Siaga! Erupsi Ganda Malam Ini Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Sabtu, 16 Mei 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar kewaspadaan kembali menyelimuti kawasan Jawa Timur. Gunung Semeru, yang dikenal sebagai atap tertinggi di Pulau Jawa, dilaporkan mengalami dua kali peristiwa erupsi pada Sabtu malam (16/5/2026). Aktivitas vulkanik yang terjadi secara beruntun ini tidak hanya memunculkan kolom abu yang membumbung tinggi, tetapi juga disertai dengan potensi luncuran awan panas yang harus diwaspadai oleh warga di kaki gunung.
Berdasarkan pantauan terkini, erupsi pertama pecah pada pukul 19.04 WIB. Letusan ini terpantau cukup signifikan dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau secara total berada pada ketinggian 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Mukdas Sofian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, mengonfirmasi bahwa kolom abu tersebut menunjukkan intensitas tebal dengan warna putih hingga kelabu yang bergerak condong ke arah barat daya.
“Erupsi ini terekam dengan jelas pada seismogram, memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan durasi getaran berlangsung selama kurang lebih 5 menit 16 detik,” ujar Mukdas dalam keterangan tertulisnya. Meskipun visual erupsi gunung ini terlihat jelas, jarak luncur pasti dari awan panas guguran tidak dapat dipantau secara optimal karena lereng gunung yang saat itu sedang tertutup kabut tebal.
Erupsi Susulan dan Kondisi Geologis Terkini
Tak berhenti di situ, geliat vulkanik Semeru kembali berlanjut pada pukul 20.30 WIB. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual akibat cuaca. Namun, instrumen seismograf tetap mencatat adanya aktivitas vulkanik dengan amplitudo maksimum 22 mm dalam durasi 171 detik. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan di dalam kawah masih cukup fluktuatif.
Saat ini, tingkat aktivitas gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang tersebut tetap bertahan pada Level III (Siaga). Situasi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat maupun otoritas setempat guna mengantisipasi kemungkinan skenario terburuk dari bencana alam ini.
Zona Merah dan Rekomendasi Keselamatan
Merespons meningkatnya aktivitas Gunung Semeru, pihak berwenang telah mengeluarkan protokol keselamatan ketat yang wajib dipatuhi oleh masyarakat maupun wisatawan. Berikut adalah poin-poin utama rekomendasi keamanan:
- Dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 km dari pusat erupsi.
- Masyarakat diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 km dari puncak.
- Radius steril 5 kilometer dari kawah atau puncak harus benar-benar ditaati untuk menghindari risiko terkena lontaran batu pijar yang mematikan.
- Kewaspadaan tinggi juga harus ditingkatkan terhadap potensi awan panas dan banjir lahar dingin di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Kondisi alam di sekitar lereng Semeru sering kali berubah dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi dan tetap tenang namun waspada terhadap segala kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik yang terjadi.