Ikuti Kami
kabarmalam.com

Museum Marsinah: Bukti Nyata Kemandirian Kaum Buruh, Dibangun Mewah Tanpa APBN

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 16 Mei 2026 16:04 WIB
Museum Marsinah: Bukti Nyata Kemandirian Kaum Buruh, Dibangun Mewah Tanpa APBN

Kabarmalam.com — Jejak sejarah perjuangan buruh di Indonesia kini memiliki monumen fisik yang megah di Nganjuk, Jawa Timur. Berdirinya Museum Ibu Marsinah bukan sekadar bangunan biasa, melainkan simbol perlawanan dan harga diri kaum pekerja yang dibangun dengan semangat kemandirian yang luar biasa.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan museum ini sama sekali tidak menyentuh dana negara, baik itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD. Dana sebesar Rp 3,8 miliar yang mengalir untuk proyek ini murni merupakan hasil gotong royong dari keluarga besar KSPSI di seluruh penjuru tanah air.

Mematahkan Stigma Buruh Susah

Langkah berani ini diambil untuk mematahkan persepsi publik yang selama ini sering menganggap buruh identik dengan kondisi ekonomi yang sulit. Andi Gani menegaskan bahwa kaum pekerja memiliki kekuatan ekonomi yang besar jika dikelola secara kolektif dan transparan.

Baca Juga  Tragedi Bom Sisa Perang Dunia II di Biak: 13 Potongan Tubuh Ditemukan, Pencarian Korban Terus Berlanjut

“Total anggaran pembangunan ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar. Ini adalah pembuktian bahwa buruh memiliki kemampuan yang sangat mandiri. Jangan lagi melihat buruh selalu dalam kondisi susah atau sulit,” ujar Andi Gani dalam keterangannya usai peresmian museum pada Sabtu (16/5/2026).

Sumber pendanaan utama proyek ini ternyata berasal dari kekuatan basis koperasi buruh di bawah naungan KSPSI AGN. Dengan total aset koperasi yang mencapai Rp 2,1 triliun, Andi Gani menjamin bahwa setiap rupiah dikelola secara profesional demi kesejahteraan anggota dan kepentingan perjuangan buruh, tanpa ada pengambilan keuntungan bagi pimpinan pusat.

Penghormatan untuk Sang Pejuang

Pembangunan museum ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada almarhumah Marsinah, sosok pahlawan buruh yang gugur dalam memperjuangkan hak-hak rekan kerjanya. Marsinah sendiri tercatat sebagai anggota KSPSI di PT Catur Putra Surya, sehingga ikatan emosional organisasi terhadap sosoknya sangatlah kuat.

Baca Juga  Strategi Ahmad Luthfi Amankan Stok Hewan Kurban: Tinjau Langsung Program 'Healing' di Sragen

Museum Marsinah kini telah dibuka secara resmi untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya alias gratis. Pengunjung bisa datang setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB untuk menyelami sejarah perjuangan beliau. Menariknya, pengelolaan museum ini juga melibatkan langsung keluarga besar Marsinah bersama yayasan yang dibentuk oleh KSPSI Jawa Timur.

Fasilitas ‘Bintang Empat’ untuk Peziarah

Tak hanya membangun museum, KSPSI juga mendirikan fasilitas pendukung berupa rumah singgah bagi para peziarah yang datang dari luar kota. Fasilitas ini bukan sekadar penginapan biasa, Andi Gani mengklaim kualitasnya setara dengan hotel bintang tiga hingga bintang empat.

“Kami mendengar banyak cerita tentang peziarah buruh yang harus tidur berdesakan hanya beralaskan tikar. Karena itulah, kami bangun rumah singgah mewah ini secara gratis agar mereka bisa beristirahat dengan layak saat berziarah ke makam Ibu Marsinah,” tambahnya.

Baca Juga  Refleksi May Day, Megawati: Kaum Buruh Adalah Poros Utama Kemandirian Bangsa, Bukan Sekadar Angka Ekonomi

Tetap Kritis di Tengah Kedekatan dengan Kekuasaan

Peresmian museum ini juga terasa istimewa dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang menyempatkan diri untuk berziarah. Meskipun menunjukkan kedekatan dengan kepala negara, Andi Gani memastikan bahwa KSPSI akan tetap menjaga independensinya sebagai organisasi buruh.

“Saya boleh dekat dengan Presiden Prabowo, dan kami mendukung beliau. Namun, KSPSI akan tetap mandiri dan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada kepentingan buruh,” pungkasnya tegas.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul