Jejak Licin Ronald ‘Bato’ Dela Rosa: Sang Mantan Kapolri Filipina Kembali Lolos dari Kejaran ICC
Kamis, 14 Mei 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Drama pelarian tingkat tinggi kembali mengguncang panggung politik Manila. Mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina yang kini menjabat sebagai Senator, Ronald Dela Rosa, dilaporkan telah melarikan diri dari persembunyiannya di Gedung Senat Manila. Langkah nekat ini diambil sang senator demi menghindari jeratan surat perintah penangkapan yang diterbitkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pria yang akrab disapa “Bato” ini merupakan sosok sentral di balik operasi perang narkoba mematikan yang digalakkan pada masa pemerintahan mantan Presiden Rodrigo Duterte. Selama periode 2016-2018, Dela Rosa memimpin kepolisian dalam kampanye anti-narkotika yang berujung pada tewasnya ribuan orang, di mana sebagian besar korbannya merupakan pengguna dan pengedar kelas teri di jalanan Filipina.
Kekhawatiran Dela Rosa bukan tanpa alasan. Bayang-bayang hukuman internasional kian nyata setelah Rodrigo Duterte sendiri telah diringkus pada Maret tahun lalu dan diterbangkan ke Den Haag, Belanda, untuk menghadapi persidangan di markas ICC. Dela Rosa, yang menyadari dirinya menjadi target utama selanjutnya, sempat menghilang dari radar publik sejak November tahun lalu sebelum akhirnya muncul secara dramatis di Gedung Senat pada awal pekan ini.
Puncak ketegangan terjadi pada Rabu malam (13/5), ketika suasana di lingkungan Senat berubah menjadi mencekam. Insiden baku tembak sempat pecah saat personel kepolisian dan agen dari Biro Investigasi Nasional terlibat konfrontasi tegang. Tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara memaksa para legislator, termasuk Dela Rosa, untuk barikade diri di dalam kantor mereka masing-masing.
Presiden Senat Filipina, Alan Peter Cayetano, akhirnya mengonfirmasi bahwa sang buronan internasional telah berhasil meninggalkan gedung sebelum petugas sempat meringkusnya. “Petugas keamanan telah mengonfirmasi bahwa Senator Bato tidak lagi berada di gedung ini,” ujar Cayetano dalam konferensi pers yang digelar Kamis (14/5), sebagaimana dilansir dari sumber terpercaya.
Meski sempat muncul spekulasi mengenai adanya bantuan internal dalam pelarian tersebut, Cayetano dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya memfasilitasi kaburnya Dela Rosa. Hingga saat ini, keberadaan pria yang bersumpah akan melawan upaya ekstradisi ke Belanda itu masih menjadi misteri. Pihak otoritas terus melakukan pengejaran intensif, sementara publik menanti babak selanjutnya dari drama hukum yang melibatkan salah satu orang paling berpengaruh di masa pemerintahan Duterte ini.