Malam Mencekam di Kalideres: Empat Gudang Paket di Kompleks Miami Ludes Terbakar
Selasa, 12 Mei 2026 01:06 WIB
Kabarmalam.com — Langit malam di kawasan Tegal Alur mendadak berubah menjadi merah membara pada Senin (11/5) malam. Sebuah insiden kebakaran hebat melanda kompleks Pergudangan Miami yang terletak di Jalan Rawa Melati A, Kalideres, Jakarta Barat. Kobaran api yang membumbung tinggi dengan cepat merembet dan melalap sedikitnya empat bangunan gudang yang menjadi pusat penyimpanan barang logistik.
Meskipun intensitas api sempat menyurut menjelang pagi, asap hitam pekat terpantau masih menyelimuti area tersebut hingga Selasa (12/5/2026). Di lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran bersama warga sekitar tampak bahu-membahu menjinakkan sisa-sisa api yang masih bersembunyi di balik puing-puing bangunan.
Respon Cepat Tim Gulkarmat
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh guna melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran beserta 100 personel diterjunkan ke titik lokasi.
“Kami menerima laporan dari warga pada pukul 20.06 WIB mengenai adanya objek gudang yang terbakar di Kompleks Pergudangan Miami. Unit pertama dari Sektor Penjaringan tiba di lokasi sekitar pukul 20.23 WIB untuk langsung melakukan penanganan awal,” ujar Syaiful Kahfi saat dikonfirmasi oleh tim redaksi.
Dentuman dan Kilatan Cahaya
Suasana di lokasi kejadian digambarkan sangat mencekam. Saksi mata melaporkan sempat terdengar bunyi dentuman keras yang disertai kilatan cahaya dari dalam area yang terbakar. Fenomena ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik yang memicu ledakan kecil di tengah kobaran api. Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, mengonfirmasi bahwa area yang terdampak merupakan jantung distribusi logistik.
“Ada empat gudang yang ludes, semuanya adalah gudang paket. Lokasi ini memang murni area pergudangan, bukan area produksi pabrik atau manufaktur,” tegas Madi. Ia menambahkan bahwa kecepatan api menyebar dikarenakan banyaknya material mudah terbakar yang disimpan di dalam gudang-gudang paket tersebut.
Kendala Lapangan dan Upaya Pemadaman
Petugas sempat menghadapi tantangan dalam mencari pasokan air yang memadai. Beruntung, keberadaan Kali Semonggol yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian menjadi penyelamat. Petugas pemadam memanfaatkan aliran sungai tersebut untuk menyuplai air secara terus-menerus ke unit-unit mobil di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang. Kabar baiknya, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Para pekerja yang berada di lokasi saat kejadian dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah api mulai terlihat.
“Alhamdulillah, untuk sementara korban nihil. Penanganan dari tim pemadam juga sangat cepat karena kebetulan posisinya tidak terlalu jauh dari sini. Saat ini fokus utama adalah pendinginan agar api benar-benar padam total,” pungkas Madi.