Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ketegangan Nuklir Memuncak: Iran Ancam Perkayaan Uranium 90 Persen Jika AS Lancarkan Serangan Balasan

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 12 Mei 2026 16:34 WIB
Ketegangan Nuklir Memuncak: Iran Ancam Perkayaan Uranium 90 Persen Jika AS Lancarkan Serangan Balasan

Kabarmalam.com — Hubungan diplomatik antara Teheran dan Washington kini berada di titik nadir yang sangat mengkhawatirkan. Pemerintah Iran baru-baru ini melontarkan gertakan keras dengan mengancam akan meningkatkan ambang batas pengayaan uranium mereka hingga mencapai 90 persen—sebuah level yang secara teknis masuk dalam kategori material senjata nuklir—apabila Amerika Serikat (AS) maupun Israel memutuskan untuk meluncurkan serangan militer ke wilayah mereka.

Sinyal Bahaya dari Parlemen Teheran

Langkah ekstrem ini diungkapkan oleh Ebrahim Rezaei, juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran. Melalui platform media sosial X, Rezaei menegaskan bahwa opsi pengayaan uranium tingkat tinggi tersebut kini sedang dipertimbangkan secara serius di tingkat legislatif sebagai bentuk defensif terhadap tekanan dari pihak Barat.

Baca Juga  Dilema Tarif Transjakarta: Akankah Harga Tiket Rp 3.500 Segera Berakhir Setelah 21 Tahun?

“Jika serangan kembali terjadi, salah satu opsi yang akan diambil Iran adalah melakukan pengayaan hingga 90 persen. Kami akan meninjau kebijakan ini secara mendalam di parlemen,” tegas Rezaei, sebagaimana dihimpun dari laporan Al Arabiya dan Anadolu Agency pada Selasa (12/5/2026).

Retorika Keras Donald Trump dan Penolakan Proposal

Ancaman dari pihak Iran ini muncul bukan tanpa pemicu. Di sisi lain Samudra Atlantik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan aksi militer setelah dirinya secara terang-terangan menolak proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Teheran. Trump bahkan tidak segan-segan menjuluki dokumen usulan tersebut sebagai sebuah “sampah” yang tidak bernilai secara diplomatik.

Baca Juga  Terungkap! Jasad Wanita di Sholeh Iskandar Bogor Ternyata Korban Perampokan Sadis, Pelaku Kini Diringkus

Berdasarkan informasi dari sejumlah pejabat internal di Washington, Trump dikabarkan telah menggelar rapat darurat dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin sore untuk membahas berbagai skenario serangan potensial. Laporan dari Axios menyebutkan bahwa peningkatan intensitas militer ini bertujuan untuk memberikan tekanan maksimum agar rezim Iran bersedia memberikan konsesi besar terkait program nuklir mereka yang terus berkembang.

Analogi Medis: Gencatan Senjata di Ambang Kehancuran

Kondisi keamanan di kawasan tersebut kini diibaratkan sedang berada di ruang perawatan intensif. Saat berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Trump memberikan analogi medis yang suram mengenai masa depan kesepakatan damai. Ia menyebut peluang keberhasilan diplomasi saat ini sangatlah tipis dan nyaris mustahil untuk diselamatkan.

Baca Juga  Tensi Memanas di Timur Tengah: AS-Iran Saling Tebar Ancaman, Israel Berada dalam Status Siaga Perang

“Saya melihat proposal yang mereka kirim melalui mediator Pakistan, dan itu benar-benar bodoh. Gencatan senjata ini berada dalam kondisi kritis; seperti seorang dokter yang mengatakan kepada keluarga pasien bahwa peluang hidup orang yang dicintai hanya tersisa satu persen,” ujar Trump dengan nada sinis di hadapan para wartawan.

Padahal, baru pekan lalu Trump sempat menyatakan optimisme mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan baru. Namun, dinamika yang berubah cepat ini menunjukkan bahwa konflik Iran-AS kembali masuk ke dalam siklus ketegangan tinggi yang bisa memicu eskalasi militer terbuka jika salah satu pihak mengambil langkah gegabah di tengah ketidakpastian global ini.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul