Ikuti Kami
kabarmalam.com

WNA di Jakarta Terdeteksi Kontak Erat Wabah Hantavirus MV Hondius, RSPI Sulianti Saroso Bergerak Cepat

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 11 Mei 2026 19:05 WIB
WNA di Jakarta Terdeteksi Kontak Erat Wabah Hantavirus MV Hondius, RSPI Sulianti Saroso Bergerak Cepat

Kabarmalam.com — Ancaman penyebaran virus global kembali menjadi perhatian serius otoritas kesehatan di Indonesia. Seorang pria berkebangsaan asing berusia 60 tahun yang berdomisili di wilayah Jakarta Pusat dilaporkan sempat menjalin kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi terinfeksi Hantavirus. Kasus ini bermula dari pelayaran komersial menggunakan kapal MV Hondius yang kini tengah menjadi sorotan dunia medis.

Perjalanan pria berinisial KE tersebut dimulai pada pertengahan Maret 2026, di mana ia melakukan rangkaian kunjungan ke berbagai destinasi di Argentina. Setelah menghabiskan waktu sekitar dua pekan di sana, ia melanjutkan petualangannya menuju Ushuaia untuk menaiki kapal MV Hondius pada periode 1 hingga 23 April 2026. Penelusuran maraton oleh tim kesehatan mengungkap bahwa potensi paparan terjadi saat KE turun dari kapal tersebut.

Baca Juga  Nutri Level: Strategi Baru Pemerintah Perangi Diabetes dan Tekan Defisit BPJS

Kronologi Kontak Erat dan Penelusuran Lintas Negara

Berdasarkan keterangan resmi, pria tersebut diketahui menginap di lokasi yang sama dengan pasien kedua yang terkonfirmasi positif Hantavirus Andes Virus di St Helena. Tidak hanya sekadar berbagi penginapan, interaksi fisik yang berisiko tinggi juga terjadi saat keduanya berada dalam satu penerbangan menuju Johannesburg, Afrika Selatan. Posisi duduk yang berdekatan di dalam kabin pesawat memperbesar risiko transmisi penularan virus tersebut.

“Terdapat riwayat kontak yang sangat jelas antara subjek KE dengan kasus kedua yang terkonfirmasi. Mereka berada dalam satu kapal dan duduk berdampingan saat menempuh perjalanan udara dari St Helena menuju Johannesburg,” jelas Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dalam sesi konferensi pers yang dipantau oleh tim Kabarmalam.com.

Baca Juga  Langkah Strategis Kemenkes: Imunisasi Campak Dewasa Mulai Digencarkan di 14 Provinsi Prioritas

Langkah Antisipatif di RSPI Sulianti Saroso

Setelah melalui rute perjalanan panjang dari Afrika Selatan dan sempat melakukan transit di Qatar pada akhir Mei, KE akhirnya tiba di Indonesia. Kewaspadaan pemerintah Indonesia langsung meningkat setelah menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Inggris terkait status kontak erat pria tersebut. Tanpa membuang waktu, langkah protokol kesehatan segera diaktifkan untuk memitigasi risiko.

Pada tanggal 9 hingga 10 Mei, KE dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk menjalani observasi intensif. Tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan spesimen untuk mendeteksi keberadaan virus, baik tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) maupun Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Baca Juga  5 Makanan Penurun Kortisol: Rahasia Kelola Stres Melalui Menu Harian Anda

“Kami telah melakukan pengujian laboratorium yang menyeluruh. Kabar baiknya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa yang bersangkutan dinyatakan negatif Hantavirus,” tambah Andi Saguni. Meskipun hasil menunjukkan negatif, pihak kementerian terus mengimbau agar masyarakat tetap konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai benteng pertahanan utama melawan berbagai jenis penyakit menular yang mungkin masuk ke tanah air.

Hantavirus sendiri dikenal sebagai kelompok virus yang ditularkan terutama oleh tikus dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga komplikasi ginjal yang serius. Respons cepat pemerintah dalam menangani kasus ini menunjukkan bahwa sistem surveilans kesehatan nasional bekerja secara efektif dalam memantau pergerakan individu berisiko dari wilayah wabah.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid