Ikuti Kami
kabarmalam.com

Langkah Strategis Kemenkes: Imunisasi Campak Dewasa Mulai Digencarkan di 14 Provinsi Prioritas

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 12 Apr 2026 05:36 WIB
Langkah Strategis Kemenkes: Imunisasi Campak Dewasa Mulai Digencarkan di 14 Provinsi Prioritas

Kabarmalam.com — Dalam upaya memperkuat benteng pertahanan kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi memulai program kick-off imunisasi campak bagi kelompok dewasa. Langkah proaktif ini diambil sebagai respons cepat untuk melindungi mereka yang berada di garis depan pelayanan kesehatan, yang notabene memiliki risiko paparan virus lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.

Prioritas bagi Garda Terdepan Kesehatan

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menegaskan bahwa program ini tidak dilakukan secara acak. Fokus utama pemberian vaksin menyasar para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit di bawah naungan Kemenkes serta RSUD di 14 provinsi dengan prevalensi kasus campak tertinggi. Tak hanya itu, para dokter internship yang tersebar di seluruh pelosok negeri juga masuk dalam daftar prioritas.

Baca Juga  Dilema Karbohidrat: Benarkah Nasi Merah Lebih 'Sakti' untuk Diet Ketimbang Nasi Putih?

“Program imunisasi MR (Measles Rubella) ini ditargetkan menjangkau 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang berada di 14 provinsi dengan zona merah campak,” ungkap Andi dalam sesi konferensi pers daring yang digelar Kemenkes beberapa waktu lalu. Ia juga menambahkan bahwa sebanyak 28.321 dokter umum serta dokter intensif di seluruh Indonesia akan turut menerima dosis perlindungan ini.

Skema Pemberian Dosis yang Terukur

Hingga saat laporan ini disusun, tercatat sebanyak 565 tenaga kesehatan telah menerima suntikan imunisasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga seluruh target terpenuhi secara merata. Namun, ada protokol khusus yang diterapkan dalam pemberian vaksinasi MR ini berdasarkan riwayat kesehatan individu:

  • Bagi mereka yang sudah mendapatkan riwayat imunisasi campak lengkap (2 dosis), maka tidak diperlukan pemberian dosis tambahan.
  • Bagi individu yang baru menerima 1 dosis, akan diberikan 1 dosis tambahan sebagai penguat (booster).
  • Bagi mereka yang sama sekali belum pernah mendapatkan imunisasi, diwajibkan menerima 2 dosis dengan interval pemberian minimal 28 hari.
Baca Juga  Vasektomi Bikin Pria 'Loyo'? Menguak Fakta Medis di Balik Mitos Kejantanan yang Viral

Secara teknis, vaksin diberikan dengan dosis 0,5 ml melalui metode injeksi subkutan, yakni penyuntikan pada jaringan lemak tepat di bawah lapisan kulit.

Sambutan Positif dari Berbagai Daerah

Pelaksanaan program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh jajaran pimpinan rumah sakit di daerah. Direktur RSUD Kota Bandung, Nitta Kurniati, menyampaikan apresiasinya terhadap gerak cepat Kementerian Kesehatan. Melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, RSUD Kota Bandung telah menyiapkan ketersediaan vaksin untuk sekitar 160 sasaran di lingkungan rumah sakit mereka.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama RS Adam Malik Medan, Zainal Safri, menaruh harapan besar agar program ini efektif menekan angka penularan campak pada orang dewasa, khususnya bagi para nakes. Menurutnya, kepastian riwayat imunisasi masa lalu yang seringkali tidak terdokumentasi dengan baik membuat perlindungan saat ini menjadi sangat krusial. Pihak RS Adam Malik sendiri telah mengamankan 16 vial vaksin MR yang siap didistribusikan kepada tenaga medis pilihan.

Baca Juga  Waspada! Tren Diabetes Usia Muda Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal di Indonesia

Program ini menjadi pengingat penting bahwa campak bukan hanya ancaman bagi anak-anak. Dengan melindungi para tenaga kesehatan, Kemenkes berupaya memastikan sistem pelayanan kesehatan tetap stabil dan aman dari ancaman virus campak yang sangat menular.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid