Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mengenal IVL: Teknologi Mutakhir Penghancur Plak Kalsium untuk Kesehatan Jantung

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 11 Mei 2026 11:04 WIB
Mengenal IVL: Teknologi Mutakhir Penghancur Plak Kalsium untuk Kesehatan Jantung

Kabarmalam.com — Penyakit jantung koroner (PJK) hingga kini masih menempati urutan atas sebagai penyebab kematian paling mematikan, baik di kancah global maupun di Indonesia. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang bertanggung jawab memasok darah ke otot jantung. Ketika jalur distribusi darah ini terhambat, risiko serangan jantung pun mengintai setiap saat.

Namun, dunia medis terus berevolusi. Kini hadir sebuah solusi inovatif yang menjadi jawaban atas tantangan penyumbatan pembuluh darah yang membandel: Intravascular Lithotripsy atau IVL. Teknologi ini hadir sebagai senjata baru bagi para dokter untuk menangani kasus kalsifikasi atau penumpukan kalsium yang telah mengeras di dalam dinding pembuluh darah.

Apa Itu Intravascular Lithotripsy (IVL)?

Secara sederhana, IVL adalah metode medis mutakhir yang dirancang untuk menghancurkan endapan kalsium keras yang menghalangi aliran darah. Prinsip kerjanya mengadopsi teknologi Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)—sebuah metode yang lazim digunakan untuk memecahkan batu ginjal menggunakan gelombang ultrasonik tanpa perlu pembedahan besar.

Perbedaan mendasarnya terletak pada aplikasinya. Jika ESWL bekerja dari luar tubuh, IVL dilakukan secara internal melalui prosedur kateterisasi. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Siloam Hospitals Lippo Village, Dr. dr. Sunanto, SpJP(K), menjelaskan bahwa teknologi ini sebenarnya sudah eksis secara global selama lima tahun terakhir, namun baru mulai masuk dan diterapkan secara masif di Indonesia dalam satu tahun belakangan.

Baca Juga  Skandal Daycare Little Aresya Jogja: Mengupas Luka Psikologis Mendalam Korban Penganiayaan Anak

Kapan Prosedur IVL Dibutuhkan?

Tidak semua pasien penyempitan jantung memerlukan IVL. Dr. Sunanto menekankan bahwa prosedur ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki plak berkapur atau kalsifikasi berat. Plak jenis ini sangat keras dan sulit ditembus hanya dengan balon angioplasti biasa.

“Dalam kondisi standar di mana plak tidak mengandung kalsium keras, kami biasanya cukup menggunakan balon atau melakukan penyedotan jika terdapat bekuan darah. Setelah jalurnya terbuka dan bersih, barulah kami melakukan pemasangan ring jantung atau stent,” jelas Dr. Sunanto dalam sebuah kesempatan diskusi medis.

Artinya, IVL berperan sebagai ‘pembuka jalan’ yang efektif. Dengan gelombang kejutnya, IVL mampu meretakkan kalsium yang keras tanpa merusak jaringan lunak pembuluh darah, sehingga ring jantung dapat terpasang dengan sempurna dan mengembang secara maksimal.

Baca Juga  Misteri Berat Badan: Kenapa Makan Sedikit Tapi Cepat Gemuk? Ini Penjelasan Medisnya

Analogi Pipa Ledeng dan Risiko Kolaps Mendadak

Untuk memahami betapa krusialnya penanganan penyakit jantung koroner, Dr. Sunanto mengibaratkan pembuluh darah layaknya pipa ledeng. Seiring waktu, dinding pipa bisa tertutup oleh tumpukan kerak yang berasal dari lemak dan kolesterol. Jika kerak ini dibiarkan, kinerja pompa jantung akan terganggu secara drastis.

Bahaya terbesar muncul ketika plak tersebut pecah. Dr. Sunanto menggambarkan momen ini seperti bisul yang pecah di dalam pembuluh darah, yang seketika memicu terbentuknya bekuan darah secara masif. “Jika gumpalan itu menutup total aliran darah, itulah yang kita sebut sebagai serangan jantung mendadak,” tambahnya.

Pentingnya Deteksi Dini melalui Skrining

Meskipun serangan jantung sering kali tampak datang tiba-tiba, sebenarnya ada proses panjang yang mendahuluinya. Itulah sebabnya, skrining jantung menjadi langkah preventif yang sangat direkomendasikan. Beberapa metode yang bisa dilakukan antara lain:

  • Treadmill Test: Untuk melihat respons jantung saat melakukan aktivitas fisik.
  • CT Scan Jantung: Memberikan gambaran anatomi pembuluh darah yang lebih mendetail.
  • Calcium Score: Prosedur khusus untuk mengukur seberapa banyak kadar kalsium yang menempel pada dinding arteri koroner.
Baca Juga  Jabodetabek Membara: BMKG Ungkap Pemicu Suhu Ekstrem dan Ancaman Heat Stress

Bagi mereka yang ingin memastikan kesehatan jantung, mengetahui kondisi pembuluh darah sedini mungkin adalah kunci untuk menghindari prosedur darurat yang berisiko tinggi.

Kesiapan Penanganan Darurat di Siloam Hospitals Lippo Village

Sebagai salah satu fasilitas medis unggulan, Siloam Hospitals Lippo Village telah menetapkan standar sebagai Chest Pain Ready Hospital (CPRH). Ini merupakan pengakuan atas kesiapan rumah sakit dalam menangani kegawatdaruratan jantung dengan sistem yang terintegrasi dan cepat.

Dengan filosofi “time is muscle”, setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan otot jantung. Dukungan tim medis multidisiplin yang siaga 24/7, fasilitas Cath Lab yang mumpuni, serta prosedur EKG yang dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit sejak pasien tiba, menjadi komitmen nyata dalam meningkatkan peluang keberlangsungan hidup pasien.

Jika Anda atau kerabat merasakan gejala nyeri dada yang tidak biasa, jangan menunda. Segera cari pertolongan medis karena penanganan yang tepat dan teknologi seperti IVL kini siap memberikan kesempatan kedua bagi jantung Anda.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid