Ikuti Kami
kabarmalam.com

Prabowo Subianto Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bersifat Paksaan Bagi Keluarga Mampu

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 11 Mei 2026 10:34 WIB
Prabowo Subianto Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bersifat Paksaan Bagi Keluarga Mampu

Kabarmalam.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penegasan penting terkait fleksibilitas dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sebuah pernyataan terbaru, ia menyatakan tidak keberatan jika ada sekolah atau keluarga dari kalangan ekonomi atas yang memilih untuk tidak menerima bantuan tersebut.

Menurutnya, prioritas utama dari kebijakan ini adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan asupan nutrisi demi mencetak generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas. Prabowo Subianto menekankan bahwa program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia.

Fokus pada Pemerataan dan Efektivitas Program

Saat melakukan peninjauan langsung ke Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Presiden menjelaskan bahwa transparansi dan ketepatan sasaran adalah kunci. Ia menyadari bahwa anak-anak dari latar belakang keluarga kaya secara mandiri sudah tercukupi gizinya, sehingga pemerintah tidak akan memaksakan distribusi ke kelompok tersebut.

Baca Juga  Polemik Anggaran Semir Sepatu Rp 1,5 Miliar, Begini Penjelasan Lengkap Badan Gizi Nasional

“Yang tidak perlu, tidak apa-apa. Kalau anak-anak orang kaya merasa tidak butuh Makan Bergizi Gratis, itu tidak masalah. Kita tidak memaksa,” ujar Prabowo dengan nada santai namun tegas, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/5/2026).

Ia menambahkan bahwa visi besarnya adalah melihat anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. “Kita ingin anak-anak kita kuat, semangat, pintar, dan rajin belajar. Setuju?” tanyanya yang langsung disambut sorak setuju dari warga yang hadir di lokasi.

Target Besar Menuju Generasi Emas

Pemerintah memiliki ambisi besar untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat melalui program MBG ini, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga balita. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada sekitar 60 juta jiwa yang merasakan dampak positif dari makan siang gratis yang dibagikan secara rutin setiap hari.

Baca Juga  Dituding Punya 750 Dapur Makan Bergizi Gratis, Uya Kuya Resmi Polisikan Sejumlah Akun Medsos

Dalam kunjungannya ke Gorontalo, Presiden juga menunjukkan sikap proaktifnya. Ia menginstruksikan tim teknis untuk segera menyisir dan mencatat sekolah-sekolah di wilayah Leato Selatan yang belum tersentuh bantuan gizi ini.

“Segera data mana yang belum. Intinya, tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kami berikan MBG. Semuanya tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Langkah sigap ini diharapkan dapat meminimalisir ketimpangan gizi di daerah pesisir dan memastikan bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang secara optimal di masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid