Waspada Ancaman Hantavirus: Mengenal Perbedaan Vital Antara Andes Virus dan Seoul Virus
Minggu, 10 Mei 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Isu kesehatan global kembali menjadi sorotan tajam seiring dengan mencuatnya kabar mengenai persebaran Hantavirus di berbagai belahan dunia. Namun, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa Hantavirus sebenarnya merupakan sebuah ‘payung besar’ yang menaungi puluhan jenis virus dalam keluarga Hantaviridae. Dari sekian banyak varian tersebut, dua nama yang paling sering diperbincangkan saat ini adalah Andes Virus (ANDV) dan Seoul Virus (SEOV).
Andes Virus: Varian Mematikan dengan Kemampuan Unik
Andes Virus mulai menjadi buah bibir setelah laporan mengenai wabah di kapal pesiar MV Hondius yang merenggut nyawa tiga orang penumpang. Virus yang dominan ditemukan di wilayah Amerika Selatan, terutama Argentina ini, memiliki karakteristik yang cukup mengkhawatirkan. ANDV tercatat sebagai satu-satunya jenis Hantavirus yang memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia secara langsung.
Secara klinis, infeksi Andes Virus dapat memicu kondisi medis serius yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Penyakit ini menyerang sistem pernapasan penderitanya dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Meski terdengar sangat berbahaya, para ahli menekankan bahwa kasus infeksi virus ini secara statistik masih tergolong langka di skala global.
Seoul Virus: Sang Penjelajah yang Menetap di Indonesia
Berbeda dengan Andes Virus yang cenderung terlokalisasi, Seoul Virus (SEOV) memiliki jangkauan geografis yang jauh lebih luas. Virus ini tidak hanya tersebar di benua Asia, tetapi telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, SEOV bukanlah barang baru karena keberadaannya sudah terdeteksi sejak lama di tengah masyarakat.
Dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh Seoul Virus bermanifestasi dalam bentuk Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Gejala ini ditandai dengan demam berdarah yang disertai gangguan pada fungsi ginjal. Meskipun gejalanya cenderung lebih ringan dibandingkan ANDV, kewaspadaan tetap diperlukan. Berbeda dengan saudaranya, Seoul Virus hanya menular melalui perantara hewan pengerat ke manusia, dan tidak ditemukan bukti penularan antarmanusia.
Langkah Preventif dan Kebersihan Lingkungan
Memahami perbedaan karakteristik antara kedua jenis virus ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan. Meskipun memiliki cara kerja yang berbeda, kunci pencegahan utama bagi kedua jenis virus ini tetaplah sama, yakni menjaga kebersihan lingkungan dengan disiplin tinggi.
Mengingat hewan pengerat merupakan inang utama bagi Hantavirus, masyarakat diimbau untuk meminimalisir kontak dengan tikus dan memastikan tempat tinggal tetap bersih serta bebas dari sarang hewan pengerat. Kedisiplinan dalam menjaga higiene pribadi dan lingkungan tetap menjadi benteng pertahanan terkuat dalam menghadapi ancaman gejala penyakit yang berasal dari virus ini.