Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Zoonosis! Dinkes Kulon Progo Pastikan Kasus Suspek Hantavirus Negatif

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 11 Mei 2026 09:35 WIB
Waspada Zoonosis! Dinkes Kulon Progo Pastikan Kasus Suspek Hantavirus Negatif

Kabarmalam.com — Angin segar berembus dari Bumi Binangun, Kulon Progo. Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara resmi mengonfirmasi bahwa temuan kasus suspek Hantavirus yang sempat memicu kekhawatiran warga baru-baru ini dinyatakan negatif. Kepastian ini didapat setelah serangkaian uji laboratorium mendalam yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan hasil yang melegakan.

Hasil Laboratorium Kemenkes Keluar

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kondisi pasien yang sebelumnya diduga terpapar virus tersebut. Narasi kecemasan yang sempat berkembang kini terpatahkan oleh data medis yang akurat.

“Pada tahun 2026 ini memang sempat ditemukan seorang warga dengan gejala suspek Hantavirus. Namun, hasil uji laboratorium dari pusat sudah kami terima dua hari yang lalu, dan hasilnya dipastikan negatif,” ujar Susilaningsih saat memberikan keterangan resmi, Senin (11/5/2026).

Baca Juga  Darurat Pangan Sehat: Studi CISDI Temukan 90 Persen Produk Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Ia menambahkan bahwa proses verifikasi dilakukan secara berlapis. Setelah hasil dari Kemenkes keluar, Dinas Kesehatan DIY langsung melakukan klarifikasi lanjutan untuk memastikan tidak ada kekeliruan data. Dengan demikian, hingga saat ini, Kulon Progo masih memegang status nol kasus positif Hantavirus pada manusia untuk periode tahun berjalan.

Mengenal Ancaman Zoonosis dari Hewan Pengerat

Meski hasil kali ini negatif, Susilaningsih mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur. Hantavirus merupakan salah satu jenis penyakit zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Dalam konteks ini, tikus dan jenis hewan pengerat lainnya menjadi aktor utama pembawa virus tersebut.

Penularan Hantavirus biasanya terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Bahkan, partikel virus yang beterbangan di udara atau masuk melalui luka terbuka di kulit bisa menjadi jalur infeksi yang berbahaya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga  Ketegangan di Perairan Spanyol: Kepulauan Canary Tolak Keras Pendaratan Kapal MV Hondius Terkait Ancaman Hantavirus

Kilas Balik Kasus dan Langkah Pencegahan

Menengok ke belakang, pada tahun 2025, DIY sebenarnya sempat mencatatkan enam kasus Hantavirus yang terdeteksi melalui sistem surveilans sentinel rutin. Beruntung, keenam pasien tersebut berhasil ditangani dengan baik dan dinyatakan sembuh total tanpa ada laporan korban jiwa.

Guna mempertahankan tren positif tersebut, masyarakat sangat dianjurkan untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Susilaningsih menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, terutama bagi warga yang sering beraktivitas di area terbuka seperti sawah atau setelah mengikuti kegiatan kerja bakti lingkungan.

  • Selalu tutup rapat wadah makanan di rumah agar tidak dihinggapi tikus.
  • Bersihkan sarang tikus atau tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak hewan pengerat.
  • Gunakan sarung tangan dan alas kaki saat beraktivitas di area yang rawan menjadi habitat tikus.
  • Pastikan sirkulasi udara di rumah berjalan baik untuk meminimalisir penumpukan partikel berbahaya.
Baca Juga  Seni Intimidasi 'Dingin' Haaland dan Cherki: Mengapa Arsenal Dibuat Gentar di Etihad?

Pemerintah daerah melalui layanan kesehatan setempat terus memantau perkembangan di lapangan melalui surveilans rutin. Langkah ini diambil agar potensi wabah sekecil apa pun dapat dideteksi sejak dini dan ditangani secara cepat sebelum meluas ke masyarakat luas.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid