Ketegangan di Perairan Spanyol: Kepulauan Canary Tolak Keras Pendaratan Kapal MV Hondius Terkait Ancaman Hantavirus
Kamis, 07 Mei 2026 12:04 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang kekhawatiran kini tengah menyapu otoritas Kepulauan Canary menyusul munculnya potensi ancaman kesehatan dari lautan lepas. Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, secara tegas menyatakan sikap untuk tidak mengizinkan penumpang dari kapal pesiar MV Hondius menginjakkan kaki di kepulauan milik Spanyol tersebut. Langkah ini merupakan bentuk pembangkangan terbuka terhadap instruksi pemerintah pusat Spanyol yang sebelumnya sempat memberikan lampu hijau bagi kapal tersebut untuk berlabuh.
Clavijo mengungkapkan bahwa prioritas utamanya adalah menjaga stabilitas dan keselamatan penduduk lokal. Ia bersikeras tidak akan mengambil risiko medis dengan membiarkan awak maupun penumpang kapal menerima pemeriksaan kesehatan di daratan Kepulauan Canary. Berdasarkan laporan medis yang beredar, kapal tersebut tengah dibayangi oleh wabah hantavirus, sebuah virus berbahaya yang ditularkan melalui hewan pengerat. Hingga saat ini, setidaknya terdapat delapan orang yang masuk dalam kategori suspek, dengan tiga kasus di antaranya telah dikonfirmasi positif oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Sikap keras kepala Clavijo ini menciptakan benturan kebijakan dengan Kementerian Kesehatan Spanyol. Sebelumnya, pemerintah pusat di Madrid sempat merilis pernyataan bahwa kedatangan kapal pesiar tersebut adalah bagian dari kewajiban moral dan hukum negara. Apalagi, di dalam kapal tersebut diketahui terdapat beberapa warga negara Spanyol yang juga membutuhkan pertolongan. Madrid berjanji akan melakukan pemeriksaan ketat dan memfasilitasi proses pemulangan penumpang ke negara masing-masing dengan protokol kesehatan yang memadai.
Namun, dalam sebuah wawancara dengan radio COPE Spanyol, Clavijo berargumen bahwa keputusan sepihak dari pusat tersebut sangat bertentangan dengan hasil pertemuan teknis yang melibatkan otoritas kesehatan daerah. Menurutnya, kesepakatan awal adalah melakukan evakuasi pasien yang terinfeksi melalui ambulans udara, sementara penumpang lainnya tetap berada di atas kapal untuk kemudian langsung dipulangkan ke Belanda, negara asal kapal tersebut.
“Saya tidak bisa membiarkan kapal itu masuk ke wilayah kami,” tegas Clavijo dengan nada bicara yang menunjukkan keresahannya. Ia juga mempertanyakan urgensi mengapa para penumpang harus melakukan perjalanan laut selama tiga hari menuju Kepulauan Canary hanya untuk menjalani prosedur medis yang sebenarnya bisa dilakukan di Cape Verde, tempat kapal itu sempat bersandar.
Di sisi lain, Oceanwide Expeditions selaku operator MV Hondius menyatakan bahwa rute perjalanan mereka menuju Spanyol tetap sesuai rencana awal meskipun ada penolakan dari otoritas lokal. Sementara itu, tiga penumpang yang diduga terinfeksi dilaporkan telah dievakuasi di Cape Verde untuk diterbangkan langsung ke Belanda guna mendapatkan perawatan intensif. Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, sempat memberikan pernyataan bahwa risiko kesehatan masyarakat secara luas masih dalam kategori rendah, namun hal ini nampaknya belum cukup untuk menenangkan kekhawatiran di Kepulauan Canary.
Ketegangan ini pun berujung pada permintaan pertemuan mendesak oleh Clavijo kepada Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez. Ia menuntut loyalitas pemerintah pusat terhadap keselamatan daerah dan memperingatkan agar tidak ada kebijakan yang membahayakan warga Kepulauan Canary tanpa koordinasi yang transparan.