Waspada Ancaman Hantavirus, Kemenkes Siagakan 198 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia guna Cegah KLB
Senin, 11 Mei 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Kementerian Kesehatan RI kini berada dalam posisi siaga tinggi menyusul munculnya ancaman wabah hantavirus yang terdeteksi dari klaster kapal pesiar MV Hondius. Langkah taktis pun diambil dengan menyiapkan sedikitnya 198 rumah sakit di berbagai wilayah untuk mengantisipasi potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di tanah air.
Langkah Cepat Identifikasi Kontak Erat
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pelacakan mendalam terhadap kontak erat yang berkaitan dengan klaster maut tersebut. Ancaman ini menjadi serius karena jenis hantavirus yang ditemukan adalah varian Andes virus, yang dikenal memiliki kemampuan transmisi atau penularan antarmanusia.
Kesiapsiagaan ini merupakan respons langsung atas notifikasi darurat yang diterima otoritas kesehatan Indonesia dari pihak Inggris. Sebagai garda terdepan, Kemenkes telah memetakan 198 rumah sakit jejaring pengampuan infeksi emerging, di mana 21 di antaranya merupakan rumah sakit sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang tersebar di 20 provinsi strategis.
Kesiapan Logistik dan Fasilitas Medis
Dalam konferensi pers yang digelar Senin (11/5/2026), Andi Saguni memaparkan bahwa kesiapan infrastruktur medis saat ini sudah sangat memadai. “Rumah sakit telah kami siapkan sebagai titik pantau utama untuk mendeteksi kasus secara dini dan mencegah terjadinya KLB. Kami juga telah mendistribusikan 221 alat PCR ke seluruh pelosok Indonesia untuk mempercepat proses diagnosis,” ujarnya.
Selain alat deteksi, Kemenkes juga telah merinci ketersediaan fasilitas isolasi dan perawatan intensif, di antaranya:
- 3.467 tempat tidur ICU dengan tekanan standar.
- 535 tempat tidur ICU tekanan negatif untuk kasus berat.
- 3.968 ruang isolasi tekanan standar.
- 1.235 ruang isolasi tekanan negatif.
- Stok Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 143.917 set.
- Ketersediaan alat swab mencapai 2.185 unit.
Sebaran Rumah Sakit Rujukan Utama
Pemerintah telah menetapkan sejumlah rumah sakit rujukan utama yang memiliki kapasitas mumpuni dalam menangani penyakit infeksi emerging. Beberapa di antaranya meliputi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta, RSUP Hasan Sadikin di Bandung, RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, hingga RSUP Ngoerah di Bali.
Provinsi yang menjadi fokus pengawasan meliputi wilayah padat penduduk dan pintu masuk internasional seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, hingga Kepulauan Riau dan Papua Barat. Kemenkes mengingatkan bahwa meski hantavirus jenis tertentu sudah pernah ditemukan di Indonesia sejak 1991, namun varian Andes virus yang dibawa dari klaster MV Hondius ini memerlukan penanganan yang jauh lebih waspada karena karakteristik penularannya yang berbeda.
Dengan penguatan sistem deteksi di pintu-pintu masuk negara dan kesiapan rumah sakit rujukan, pemerintah berharap mata rantai penyebaran virus ini dapat diputus sebelum meluas ke masyarakat umum.