Ikuti Kami
kabarmalam.com

Skandal Ekspor Motor Ilegal: Polda Metro Jaya Bongkar Gudang Raksasa di Kebayoran Lama, 1.494 Unit Disita

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 11 Mei 2026 14:36 WIB
Skandal Ekspor Motor Ilegal: Polda Metro Jaya Bongkar Gudang Raksasa di Kebayoran Lama, 1.494 Unit Disita

Kabarmalam.com — Tabir gelap jaringan penadahan kendaraan bermotor berskala internasional akhirnya tersingkap. Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membongkar sebuah gudang yang menjadi markas besar penyimpanan ribuan unit sepeda motor ilegal di kawasan Jalan Kemandoran VIII, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, pihak kepolisian tidak hanya mengamankan barang bukti fisik, tetapi juga meringkus seorang pria berinisial WS. Sosok ini bukanlah orang sembarangan; ia menjabat sebagai direktur di perusahaan yang mengelola gudang tersebut. WS diduga kuat menjadi otak di balik rantai panjang bisnis gelap ini, mulai dari proses pembelian, penampungan, hingga ekspor ke luar negeri.

Jaringan Internasional Menuju Afrika

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, mengungkapkan bahwa bisnis yang dijalankan WS merupakan bagian dari jaringan motor ilegal yang terorganisir dengan rapi. “Peran tersangka WS sangat sentral, mulai dari pengepul hingga mengatur proses pengiriman ke mancanegara,” ujar Iman di lokasi kejadian, Senin (11/5).

Baca Juga  Sinyal Bahaya di Langit Kyiv: Zelensky Ungkap Rencana Serangan Besar-besaran Rusia

Tak main-main, ribuan motor tersebut rencananya akan dikirimkan menuju Kepulauan Tahiti dan negara Togo di benua Afrika. Untuk memuluskan aksi penyelundupan, sebagian kendaraan telah dipreteli guna mengelabui petugas dan memudahkan proses pengemasan di dalam kontainer.

Ribuan Unit dalam Berbagai Kondisi

Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan skala kejahatan yang fantastis. Polisi menyita sebanyak 1.494 unit sepeda motor. Dari jumlah tersebut, 957 unit ditemukan dalam kondisi utuh, bahkan beberapa di antaranya masih terbungkus plastik layaknya motor baru. Sementara itu, 537 unit lainnya sudah dalam kondisi terbongkar menjadi komponen-komponen terpisah.

Pantauan di lokasi menggambarkan suasana gudang yang dipenuhi hamparan motor berbagai merek dan warna. Garis polisi kini melintang tegas, membatasi tumpukan suku cadang dan alat berat yang digunakan untuk menunjang operasional ilegal tersebut. Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat terkait maraknya aksi curanmor yang hasilnya ternyata bermuara pada jaringan ekspor gelap.

Baca Juga  Inara Rusli Siap Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Polda Metro Jaya Besok Terkait Kasus Dugaan Perzinaan

Pendalaman Terhadap 18 Karyawan

Selain WS, polisi juga mengamankan 18 orang lainnya yang bekerja di gudang tersebut. Dua orang bertugas sebagai staf administrasi, sementara 16 lainnya merupakan tenaga operasional yang membantu proses bongkar muat dan pengepakan. Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami keterlibatan mereka untuk memastikan sejauh mana peran masing-masing dalam sindikat ini.

Kombes Iman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada penangkapan WS saja. “Kami akan terus mengejar jaringan kolaboratif ini, mulai dari penyedia kendaraan di hulu hingga para eksportir di hilir,” pungkasnya tegas.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul