Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Kematian Dokter Myta: MGBKI Bongkar Praktik Eksploitasi dan Intimidasi Program Internship

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 04 Mei 2026 06:34 WIB
Tragedi Kematian Dokter Myta: MGBKI Bongkar Praktik Eksploitasi dan Intimidasi Program Internship

Kabarmalam.com — Kabar duka kembali menyelimuti dunia medis Indonesia. Berpulangnya dr Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship yang tengah mengabdi di Jambi, menjadi pemantik diskusi panas mengenai carut-marutnya sistem pendidikan profesi di tanah air. Kematian tragis ini bukan sekadar angka dalam statistik, melainkan simbol dari beban berat yang harus dipikul para dokter muda di garda terdepan.

Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) bereaksi keras atas fenomena ini. Ketua MGBKI, Prof. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), secara tegas menolak segala bentuk perundungan, intimidasi, hingga budaya menyalahkan korban atau victim blaming yang sering kali muncul pasca kejadian serupa.

Melawan Intimidasi dan Bungkam Suara

Dalam pernyataan resminya, Prof. Budi memaparkan adanya pola-pola intimidasi sistemik yang perlu diwaspadai. Ia menyoroti upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba membungkam informasi atau mengancam peserta pendidikan dengan sanksi administratif, seperti perpanjangan masa pendidikan, hanya karena mereka menyuarakan keluhan terkait keselamatan kerja.

Baca Juga  MGBKI Soroti Kematian Myta Aprilia Azmy, Tegaskan Dokter Internship Bukan Buruh Murah

“Segala upaya menyalahkan korban atau memberikan ancaman kepada peserta pendidikan kedokteran harus segera dihentikan. Keselamatan kerja adalah hak dasar, bukan sesuatu yang bisa dikompromikan dengan sanksi,” tegas Prof. Budi dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (3/5/2026).

Polemik Riwayat Penyakit: Bukan Alasan Eksploitasi

Senada dengan hal tersebut, Prof. dr. Zainal Muttaqin, PhD, SpBS (K), mengkritisi narasi yang seolah-olah menyudutkan kondisi kesehatan pribadi mendiang. Menurutnya, jika seorang dokter muda memiliki masalah kesehatan yang tidak terdeteksi sejak awal, maka yang seharusnya dievaluasi adalah sistem pengelolaan programnya, bukan individunya.

“Kita jangan terbiasa menyalahkan peserta program karena alasan memiliki penyakit tertentu. Jika beban kerja yang diberikan justru memicu kondisi fatal, maka sistemnya yang bermasalah. Dokter muda bukan mesin, mereka adalah manusia yang sedang menempuh pendidikan,” ujar Prof. Zainal dengan nada bicara yang tegas.

Baca Juga  Evaluasi Total! Kemenkes Bekukan Wahana Internship Jambi Buntut Kematian dr Myta Akibat Overwork

Kemenkes Janjikan Investigasi Menyeluruh

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan menyatakan komitmennya untuk melakukan investigasi mendalam. Proses audit akan mencakup pemeriksaan rekam medis almarhumah hingga penelusuran hasil medical check-up (MCU) saat pendaftaran.

Pihak Kemenkes menegaskan tidak ingin berspekulasi lebih dini dan meminta semua pihak menunggu hasil audit komprehensif selesai. Investigasi ini diharapkan mampu mengungkap apakah ada kelalaian dalam supervisi atau pembiaran terhadap kondisi kesehatan dokter yang bersangkutan.

Tuntutan Reformasi Sistem Internship

MGBKI menekankan bahwa program internship harus dikembalikan pada khitah asalnya sebagai proses pendidikan profesi, bukan dijadikan mekanisme untuk menyediakan tenaga medis murah. Berikut adalah poin-poin tuntutan dan rekomendasi yang diajukan oleh MGBKI:

  • Stop Eksploitasi: Menolak jam kerja yang tidak manusiawi dan penugasan tanpa supervisi yang memadai.
  • Audit Independen: Mendesak audit transparan yang melibatkan unsur akademik dan profesi untuk membedah kronologi serta sistem kerja di wahana pendidikan.
  • Perlindungan Hukum: Menjamin lingkungan belajar yang aman dan menyediakan kanal pelaporan anonim bagi peserta yang mengalami perundungan.
  • Reformasi Nasional: Menuntut penataan ulang batas jam kerja, rasio dokter supervisor, serta jaminan kesehatan kerja yang jelas.
  • Moratorium Wahana: Memberhentikan sementara wahana pendidikan yang terbukti melanggar standar keselamatan kerja hingga dilakukan perbaikan menyeluruh.
Baca Juga  Evaluasi Besar-besaran Program Internship, Menkes Janjikan Perbaikan Jam Kerja dan Tunjangan Dokter

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi dunia kesehatan di Indonesia. Reformasi sistem pendidikan kedokteran tidak lagi bisa ditunda agar tidak ada lagi dr. Myta lainnya yang harus gugur saat sedang berjuang mengabdi untuk negeri.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid