Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kehilangan Besar Dunia Jurnalisme: Mengenang Sosok Nur Ainia, Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 28 Apr 2026 21:34 WIB
Kehilangan Besar Dunia Jurnalisme: Mengenang Sosok Nur Ainia, Korban Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Kabarmalam.com — Kabar duka menyelimuti industri media tanah air menyusul tragedi memilukan yang terjadi di perlintasan besi. Nur Ainia Eka Rahmadhynna, atau yang akrab disapa Ain, salah satu pilar di balik layar KompasTV, mengembuskan napas terakhirnya dalam insiden tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Suasana haru menyelimuti Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, saat Pemimpin Redaksi KompasTV, Yogi Arief Nugroho, memberikan penghormatan terakhir bagi almarhumah. Baginya, Ain bukan sekadar staf, melainkan bagian integral dari keluarga besar redaksi yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari satu dekade.

Dedikasi Sebelas Tahun Tanpa Cela

Bekerja selama 11 tahun di industri yang bergerak cepat seperti televisi bukanlah perkara mudah. Namun, bagi Ain, loyalitas adalah prinsip. Yogi mengungkapkan bahwa selama masa pengabdiannya, Ain menunjukkan performa yang luar biasa dan profesionalisme yang tinggi.

Baca Juga  Tragedi Kereta Bekasi: Enam Tahun Dinanti, Ristuti Pulang ke Wonogiri dalam Balutan Duka

“Kami merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Ain adalah rekan kerja, sahabat, dan saudara bagi kami semua. Sepanjang sebelas tahun berkarya, tidak ada satu pun catatan buruk mengenai kinerjanya. Dedikasinya untuk KompasTV sungguh luar biasa,” ujar Yogi dengan nada penuh duka pada Selasa (28/4).

Selain dikenal karena etos kerjanya, almarhumah juga dikenang sebagai pribadi yang hangat. Pergaulannya yang luas membuatnya dicintai oleh banyak rekan sejawat. Kepergiannya meninggalkan lubang besar di hati setiap orang yang pernah mengenalnya.

Kronologi Tragedi di Bekasi Timur

Berdasarkan catatan waktu di kantornya, Ain diketahui meninggalkan meja kerjanya pada pukul 19.31 WIB, sesaat sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Pihak keluarga mulai mencari informasi dan menghubungi kantor setelah mendengar kabar buruk mengenai kecelakaan kereta di wilayah Bekasi.

Baca Juga  Tragedi Bekasi Timur: Upaya Pemulihan Mental Korban hingga Usulan Reorganisasi Gerbong Wanita

Insiden maut ini bermula pada Senin (27/4) malam, ketika sebuah taksi dari operator Green SM dilaporkan mogok atau terhenti tepat di tengah perlintasan kereta tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Taksi tersebut kemudian tersambar oleh rangkaian KRL yang tengah melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta. Tabrakan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek pun tak terhindarkan.

Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling memilukan tahun ini dengan total korban jiwa mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.

Penghormatan Terakhir

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjangnya, manajemen KompasTV telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mengurus seluruh proses pemakaman. Jika tidak ada perubahan, almarhumah Ain akan dimakamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir di kawasan Tambun, Bekasi.

Baca Juga  Dinamika Panas Prolegnas 2026: Ahmad Doli Kurnia Buka Suara Soal Polemik RUU Migas

“Ini adalah takdir yang harus kami terima dengan lapang dada, meski rasa kehilangan ini begitu berat,” tutup Yogi.

Tragedi ini kembali memicu desakan dari berbagai pihak agar pihak terkait segera melakukan investigasi menyeluruh dan meningkatkan sistem keamanan di perlintasan kereta api guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul