Solusi Hunian di Jantung Kota: Seskab Teddy Bahas Proyek Apartemen Rakyat Manggarai Bersama KAI dan BTN
Rabu, 22 Apr 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi tempat tinggal yang layak di tengah padatnya kawasan perkotaan terus dikebut. Hal ini tercermin dalam pertemuan strategis yang dilakukan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan tersebut merupakan langkah konkret dalam menindaklanjuti visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat luas. Fokus utama pembahasan adalah pengembangan konsep hunian vertikal yang memanfaatkan lahan-lahan strategis milik negara.
Sinergi Membangun Manggarai
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah komitmen BTN bersama KAI dan Kementerian Perumahan untuk membangun apartemen rakyat atau hunian vertikal di atas lahan milik KAI. Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, menjadi salah satu titik prioritas pengembangan ini.
“Langkah ini adalah bentuk sinergi untuk mengoptimalkan aset negara bagi kepentingan rakyat. Kami berkomitmen membangun hunian vertikal di atas lahan KAI, salah satunya di kawasan Manggarai,” ujar Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya melalui kanal resmi Sekretariat Kabinet.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah menunjukkan hasil nyata dengan berdirinya sekitar 5.000 unit rumah susun yang memiliki tipe luas 45 dan 54 meter persegi di lahan KAI. Program ini dirancang sedemikian rupa agar tetap terjangkau oleh masyarakat melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Target Ambisius di Tahun 2026
Pemerintah tampaknya tidak ingin berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Teddy memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, pembangunan rumah dengan skema subsidi telah mencapai angka yang signifikan, yakni 200.000 unit melalui jalur KPR/FLPP serta tambahan 40.000 unit melalui jalur non-KPR.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, pada tahun 2026 ini jumlah pembangunan akan terus ditingkatkan. Kami ingin memastikan lebih banyak keluarga Indonesia yang memiliki akses terhadap rumah yang nyaman,” tambah Teddy. Peningkatan target ini diharapkan mampu menekan angka backlog perumahan di Indonesia secara efektif.
Transformasi Gambir dan Kawasan Berbasis TOD
Selain urusan papan, pertemuan tersebut juga menyentuh aspek infrastruktur transportasi. Diskusi mendalam dilakukan mengenai progres redesain Stasiun Gambir serta upaya peningkatan kualitas layanan kereta api di berbagai stasiun lainnya, baik untuk mobilitas penumpang maupun kebutuhan logistik nasional.
Pemerintah mendorong penuh pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Konsep ini bertujuan untuk menciptakan simpul perekonomian baru yang terintegrasi secara langsung dengan sistem transportasi massal. Dengan adanya kawasan Transit Oriented Development, masyarakat tidak hanya mendapatkan hunian, tetapi juga kemudahan aksesibilitas yang mendukung produktivitas ekonomi sehari-hari.