Gagal Gasak iPhone di Tanah Abang, Wanita Asal Bekasi Diarak Massa dengan Kalung ‘Saya Copet’
Rabu, 22 Apr 2026 22:36 WIB
Kabarmalam.com — Hiruk-pikuk kawasan perdagangan Tanah Abang mendadak gempar setelah sebuah aksi kriminalitas jalanan berujung pada sanksi sosial yang mencuri perhatian publik. Seorang wanita berinisial ES, warga asal Bekasi, harus menanggung malu setelah tertangkap basah melancarkan aksi copet di tengah kerumunan pengunjung yang sedang berbelanja.
Peristiwa yang terjadi pada Senin sore, 20 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB ini, menjadi tontonan warga saat pelaku diarak mengelilingi kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang. Berikut adalah fakta-fakta mendalam di balik insiden yang sempat viral di media sosial tersebut.
1. Memanfaatkan Kelengahan Korban yang Sedang Berbelanja
Aksi nekat ES bermula ketika kondisi pasar tengah padat-padatnya. Korban, seorang wanita yang sedang asyik memilih barang belanjaan sembari menunggu jadwal kereta, tidak menyadari bahwa tasnya telah menjadi incaran. Pelaku dengan sigap mencoba menggasak satu unit ponsel pintar merek iPhone milik korban.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pencopetan tersebut terjadi saat korban terdistraksi oleh aktivitas belanja. “Korban baru menyadari ponsel di dalam tasnya raib saat sedang memilih barang. Merasa ada yang tidak beres, korban langsung bereaksi cepat,” ujar Dhimas dalam keterangannya kepada tim redaksi.
2. Aksi Kejar-kejaran dan Penangkapan oleh Petugas Keamanan
Sadar menjadi korban kejahatan, sang pemilik ponsel tidak tinggal diam. Ia segera mengejar wanita berambut pirang tersebut sambil berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut direspons cepat oleh dua petugas keamanan JPM, Abizar dan Dodi, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Berkat kesigapan personel keamanan, pelaku ES akhirnya berhasil diamankan sebelum sempat menghilang di tengah lautan manusia. Penangkapan ini pun langsung mengundang perhatian massa yang berada di sekitar Stasiun Tanah Abang.
3. Sanksi Sosial: Diarak dengan Tulisan ‘Saya Copet’
Alih-alih langsung dibawa ke kantor polisi, pihak pengelola JPM memutuskan untuk memberikan efek jera secara langsung. Pelaku dengan tangan terborgol dipaksa berjalan mengelilingi area jembatan dengan sebuah karton bertuliskan ‘Saya Copet’ yang dikalungkan di lehernya.
Dalam rekaman video amatir yang beredar luas, terlihat ES berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangan akibat merasa malu disoraki oleh warga yang melintas. “Langkah ini diambil oleh pengelola sebagai bentuk pembelajaran dan efek jera agar pengunjung lain lebih waspada dan pelaku tidak mengulangi perbuatannya,” tambah Dhimas.
4. Mengapa Pelaku Tidak Diproses Hukum Lebih Lanjut?
Meski sempat diarak massa, kasus ini tidak berlanjut ke meja hijau. AKBP Dhimas menjelaskan bahwa alasan utama ES tidak ditahan di Polsek adalah karena pihak korban enggan membuat laporan resmi. Korban mengaku sedang terburu-buru untuk mengejar jadwal kereta guna pulang ke kampung halaman.
“Karena barang bukti berupa iPhone sudah dikembalikan dan korban memilih untuk melanjutkan perjalanan tanpa melapor, maka pihak pengelola akhirnya melepaskan pelaku setelah diberikan pembinaan dan sanksi sosial tersebut,” pungkasnya. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pengguna transportasi publik dan pengunjung pasar untuk selalu menjaga barang bawaan di area fasilitas umum yang ramai.