Ikuti Kami
kabarmalam.com

Penyesuaian Harga BBM: Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Subsidi Tepat Sasaran demi Rakyat Kecil

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 20 Apr 2026 18:36 WIB
Penyesuaian Harga BBM: Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Subsidi Tepat Sasaran demi Rakyat Kecil

Kabarmalam.com — Kebijakan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi baru-baru ini mendapat sorotan positif dari parlemen. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah tersebut sebagai manifestasi komitmen negara dalam memproteksi kelompok masyarakat rentan di tengah badai ekonomi global yang belum menentu.

Berbicara di sela-sela agendanya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Eddy mengungkapkan bahwa fluktuasi harga energi dunia—yang dipicu oleh tensi geopolitik dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah—memang menuntut respons kebijakan yang cerdas. Ia memandang keputusan untuk tidak menaikkan harga subsidi bbm serta LPG 3 kilogram sebagai sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat kecil tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca Juga  Viral PKL di Rasuna Said Ngamuk Hingga Ancam Petugas Satpol PP Pakai Gancu: Tuduhan Pungli Mencuat!

Menjaga Keseimbangan Fiskal dan Kesejahteraan Rakyat

Eddy menjelaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan upaya serius dalam menyeimbangkan kesehatan fiskal negara dengan tanggung jawab sosial. “Langkah ini sangat penting untuk memastikan masyarakat tidak terbebani secara berlebihan, terutama saat pemulihan ekonomi masih berlangsung,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (20/4/2026).

Namun, legislator dari Fraksi PAN ini memberikan catatan kritis. Ia menegaskan bahwa penyesuaian pada segmen nonsubsidi harus dibarengi dengan pengawasan yang jauh lebih ketat di lapangan. Baginya, mekanisme penyaluran subsidi tepat sasaran adalah harga mati yang tidak boleh ditawar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.

Visi Ketahanan Energi dan Transisi ke Energi Terbarukan

Lebih jauh lagi, Eddy mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu poin utamanya adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil yang kerap membuat ekonomi domestik terombang-ambing oleh gejolak pasar global.

Baca Juga  Menilik Kesiapan Parlemen di Jantung Nusantara: Kunjungan Strategis MPR RI ke IKN dan Teka-teki Waktu Kepindahan

Ia juga menyuarakan dukungannya terhadap visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan bauran energi terbarukan. Menurut Eddy, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan tenaga surya, angin, hingga bioenergi berbasis sumber daya lokal yang harus segera diakselerasi.

  • Akselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
  • Pengawasan ketat distribusi BBM bersubsidi agar tidak salah sasaran.
  • Penguatan kemandirian energi guna mengurangi dampak fluktuasi global.

“Mewujudkan kemandirian energi memiliki urgensi yang setara dengan menjaga kedaulatan nasional. Di masa depan, transisi energi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi yang lebih tangguh,” tutup Eddy.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul