Dendam dan Putus Asa: Pria di Deli Serdang Tega Bakar Rumah Orang Tua Usai Ditinggal Anak Istri
Minggu, 19 Apr 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah tragedi memilukan pecah di Jalan Harapan, Desa Fuji Mulyo, Kecamatan Sunggal. Seorang pria berinisial AS (43) alias Agus Suyanto, tega menghanguskan rumah milik ibu kandungnya sendiri pada Sabtu pagi. Aksi nekat ini dipicu oleh kemelut rumah tangga yang tak kunjung usai, hingga membuat pelaku gelap mata dan kehilangan akal sehatnya.
Kronologi Kejadian: Api yang Berawal dari Seutas Kapas
Suasana di kediaman Ponina (70) mendadak tegang sekitar pukul 09.30 WIB. Agus, yang merupakan anak sulung, terlibat cekcok hebat dengan sang ibu. Kapolsek Sunggal, Kompol Yunus Tarigan, mengonfirmasi bahwa ketegangan tersebut memuncak saat Agus masuk ke dalam salah satu kamar dalam kondisi emosi meluap. Tanpa pikir panjang, ia menyulut kapas bantal menggunakan sebuah mancis.
Seketika, api merambat dengan cepat. Bangunan yang sebagian besar berbahan semi permanen itu menjadi mangsa empuk si jago merah. Adik pelaku, Omayani, yang menyaksikan langsung aksi mengerikan itu segera berlari keluar untuk meminta bantuan warga sekitar. Meski warga telah berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya seperti selang dan ember, kobaran api baru bisa dijinakkan satu jam kemudian setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran rumah tersebut.
Motif di Balik Aksi Nekat: Frustrasi Akibat Perceraian
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tindakan destruktif ini bukanlah tanpa sebab. Kompol Yunus membeberkan bahwa Agus tengah mengalami tekanan batin yang mendalam akibat konflik keluarga setelah bercerai dengan istrinya sekitar tiga bulan lalu. Sejak perpisahan itu, perilaku Agus dilaporkan menjadi sangat temperamental dan sulit dikendalikan.
“Pelaku terus-menerus menanyakan keberadaan istri dan kedua anaknya. Namun, pihak keluarga memang benar-benar tidak tahu ke mana mereka pergi. Hal inilah yang membuat pelaku merasa tidak lagi dipedulikan oleh keluarganya sendiri,” ungkap Kompol Yunus saat memberikan keterangan terkait kasus di Deli Serdang tersebut.
Sikap Arogan yang Berujung Petaka
Kandasnya bahtera rumah tangga Agus diduga kuat karena sifatnya yang arogan, sebuah kenyataan pahit yang juga sering dirasakan oleh keluarga besarnya. Rasa kesepian dan kemarahan karena tidak bisa bertemu anak-anaknya selama tiga bulan terakhir akhirnya meledak menjadi tindakan kriminalitas yang merugikan orang tua kandungnya sendiri.
Kini, Agus harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat bernaung kini rata dengan tanah, menyisakan duka mendalam bagi sang ibu yang sudah lanjut usia. Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang betapa fatalnya dampak dari masalah domestik yang tidak ditangani dengan kepala dingin di wilayah Sumut.