Bukan Sekadar Hobi, Bamsoet Sebut Komunitas Jeep PERIKHSA 4×4 Sebagai Pilar Ketahanan Bangsa
Minggu, 19 Apr 2026 20:04 WIB
Kabarmalam.com — Semangat nasionalisme di era modern kini menemukan bentuknya yang lebih dinamis, salah satunya melalui aktivitas komunitas hobi yang memiliki disiplin tinggi. Hal inilah yang ditekankan oleh Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, saat memberikan pandangannya mengenai peran strategis komunitas otomotif dalam menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.
Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut mengungkapkan bahwa kehadiran komunitas Jeep PERIKHSA 4×4 merupakan langkah nyata dalam membangun jiwa nasionalisme. Menurutnya, di tengah kompleksitas tantangan sosial dan dinamika global yang tak menentu, komunitas berbasis hobi yang terorganisir memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan sosial baru yang relevan bagi ketahanan nasional.
Filosofi Off-Road: Dari Ketangkasan Menuju Bela Negara
Bagi Bamsoet, aktivitas off-road bukan hanya soal menaklukkan medan berat dengan kendaraan tangguh. Lebih dari itu, dunia 4×4 menuntut ketahanan fisik yang prima, jiwa kepemimpinan, kerja sama tim yang solid, hingga keberanian dalam mengambil keputusan krusial di tengah kondisi sulit. Nilai-nilai inilah yang dianggap sangat selaras dengan konsep bela negara yang menekankan kesiapsiagaan warga negara.
“Nasionalisme masa kini tidak lagi hanya dimaknai dalam koridor formal kenegaraan, tetapi juga melalui praktik keseharian. Komunitas Jeep PERIKHSA 4×4 menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai bela negara dapat ditanamkan melalui aktivitas yang digemari, seperti off-road yang menguji mental dan kerja sama,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya saat melepas Riding Komunitas Jeep 4×4 di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (19/4).
Transformasi Menjadi Infrastruktur Sosial Non-Formal
Menariknya, Bamsoet yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Komunitas Jeep Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) 4×4 ini menyoroti peran krusial komunitas saat menghadapi bencana alam. Mengacu pada data BNPB, Indonesia mencatat lebih dari 3.000 kejadian bencana sepanjang tahun 2025, yang didominasi oleh banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.
Dalam banyak kasus darurat, keterbatasan akses ke wilayah terdampak sering kali menjadi penghalang utama distribusi bantuan. “Di sinilah kendaraan 4×4 memiliki keunggulan mobilitas yang tidak dimiliki kendaraan biasa. Berbagai komunitas off-road di Indonesia telah membuktikan peran mereka dalam evakuasi dan logistik, menunjukkan bahwa hobi bisa bertransformasi menjadi infrastruktur sosial non-formal yang sangat efektif,” tambah Ketua DPR RI ke-20 tersebut.
Menghadapi Ancaman Multidimensi di Era Digital
Lebih lanjut, Bamsoet mengingatkan bahwa tantangan ketahanan nasional saat ini semakin multidimensi, mulai dari ancaman siber, disinformasi, hingga potensi konflik sosial berbasis identitas. Menurutnya, model ketahanan yang hanya mengandalkan peran negara saja tidak lagi cukup di tengah arus informasi yang begitu deras.
Diperlukan keterlibatan aktif dari masyarakat sipil yang terorganisir dan memiliki kapasitas nyata di lapangan. Komunitas seperti PERIKHSA, dengan kombinasi disiplin, jaringan yang luas, serta mobilitas tinggi, memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari solusi bangsa.
“Semangat brotherhood yang terbangun kuat dalam komunitas otomotif dan olahraga menembak adalah modal sosial yang dahsyat untuk menjaga persatuan. Anggota PERIKHSA adalah warga negara terlatih yang harus siap berada di garda terdepan bersama elemen masyarakat lainnya dalam menghadapi berbagai ancaman,” tegas Ketua Umum PERIKHSA tersebut.
Dalam acara yang penuh semangat persaudaraan tersebut, hadir pula sejumlah tokoh penting seperti Ketua Dewan Penasehat PERIKHSA 4×4 Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Presiden PERIKHSA 4×4 Malik Bawazier, serta para anggota komunitas yang berkomitmen membawa dampak positif bagi lingkungan dan negara.