Tragedi Berdarah di Kotawaringin Barat: Cemburu Buta, Pria Tega Bakar Mantan Istri di Angkringan
Senin, 15 Jun 2026 04:03 WIB
Kabarmalam.com — Suasana tenang di sebuah kedai angkringan di kawasan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mendadak berubah menjadi mencekam. Seorang pria tega melakukan aksi kekerasan ekstrem terhadap mantan istrinya sendiri dengan cara membakarnya hidup-hidup pada Sabtu malam (13/6) sekitar pukul 20.00 WIB.
Korban yang diketahui bernama Siti Juhairiyah (29) tengah menjalankan rutinitasnya bekerja di angkringan tersebut saat maut nyaris menjemputnya. Tanpa peringatan, pelaku yang diduga kuat adalah mantan suami siri korban muncul dan memicu keributan di lokasi kejadian.
Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan para saksi, pelaku datang ke lokasi dengan berjalan kaki. Pertemuan tersebut tidak berlangsung baik; adu mulut hebat sempat terjadi di antara keduanya sebelum situasi berujung pada tindakan kriminalitas yang sadis.
“Awalnya terjadi cekcok mulut yang cukup sengit. Pelaku kemudian kehilangan kendali dan memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu,” jelas Iptu Agung saat memberikan keterangan terkait kronologi kejadian.
Tragedi tidak berhenti di situ. Setelah melumpuhkan korban dengan hantaman kayu, pelaku diduga langsung menyulut api ke tubuh korban. Aksi nekat ini membuat pengunjung dan warga sekitar geger. Dugaan sementara dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa tindakan keji ini dipicu oleh masalah pribadi yang mendalam serta rasa cemburu yang membara.
“Dugaan kuat kami mengarah pada motif asmara. Keduanya sempat terlibat pertengkaran hebat sebelum aksi pembakaran itu terjadi,” tambah Iptu Agung.
Saat ini, pihak Polsek Pangkalan Banteng masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap detail peristiwa dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Sementara itu, korban langsung mendapatkan penanganan medis akibat luka-luka yang dideritanya. Kasus ini menjadi pengingat kelam akan bahayanya eskalasi konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dengan sehat.