Ikuti Kami
kabarmalam.com

Blak-blakan Jusuf Kalla: “Jokowi Jadi Presiden Karena Saya,” Hingga Tantangan Soal Ijazah

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 18 Apr 2026 19:36 WIB
Blak-blakan Jusuf Kalla: "Jokowi Jadi Presiden Karena Saya," Hingga Tantangan Soal Ijazah

Kabarmalam.com — Sosok Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan menohok terkait sejarah perjalanan karier politik Joko+Widodo (Jokowi). Di tengah riuhnya tudingan yang menyeret namanya dalam pusaran isu ijazah palsu, JK dengan tegas mengingatkan kembali perannya sebagai sosok di balik layar yang mengantarkan Jokowi dari Solo hingga menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia.

Reaksi Keras Terhadap Tudingan Dana 5 Miliar

Ketegangan ini bermula saat JK merasa gerah dengan tuduhan Rismon Sianipar yang menyebut dirinya mendanai gerakan terkait kasus ijazah Jokowi. Dalam sebuah konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, JK menepis kabar tersebut sebagai isapan jempol belaka. Ia bahkan menunjukkan bukti percakapan WhatsApp untuk mempertegas bahwa dirinya tidak mengenal, apalagi berhubungan dengan pihak-pihak yang melontarkan tudingan tersebut.

Baca Juga  Dramatis! Macan Tutul Terjerat Perangkap Pemburu di Puncak Bogor Berhasil Dievakuasi

“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY. Itu pengalihan saja. Saya marah karena dituduh kasih Rp 5 miliar. Mana ada? Ketemu saja tidak pernah, kenal pun tidak,” tegas JK dengan nada bicara yang lugas.

Nostalgia dari Solo ke Jakarta: “Dia Jadi Presiden Karena Saya”

Tidak hanya sekadar membantah tudingan dana, JK juga membedah kembali lembaran sejarah politik+Indonesia. Ia mengklaim bahwa dirinyalah yang pertama kali menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati+Soekarnoputri, untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta. JK menyebut peran krusialnya itulah yang menjadi batu loncatan besar bagi Jokowi.

“Kasih tahu semua itu para ‘termul-termul’ (buzzer), Jokowi jadi presiden itu karena saya,” ujar JK. Ia menceritakan bagaimana Megawati pada saat itu sempat enggan menandatangani pencalonan Jokowi jika JK tidak bersedia mendampinginya sebagai Wakil Presiden. Alasan Megawati sederhana: Jokowi dianggap belum cukup berpengalaman dan membutuhkan bimbingan sosok senior seperti JK.

Baca Juga  Memulihkan Nadi Sumatera: Satgas PRR Percepat Rekonstruksi Jalan dan Jembatan di Tiga Provinsi

JK mengenang momen di mana ia sebenarnya ingin pulang kampung ke Makassar setelah masa jabatannya berakhir, namun permintaan Megawati demi menjaga stabilitas pemerintahan membuatnya bertahan. “Ibu Mega bilang, ‘Pak Yusuf dampingi, saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf’. Jadi bukan saya yang minta, tapi beliau yang meminta saya membimbing karena saat itu (Jokowi) belum berpengalaman,” tambahnya.

Solusi Sederhana untuk Polemik Ijazah

Menyangkut isu ijazah+palsu yang terus digoreng di ruang publik, JK memberikan saran yang sangat praktis. Menurutnya, kegaduhan ini tidak perlu berlangsung bertahun-tahun jika pihak Istana mau bersikap lebih terbuka. Meskipun JK meyakini bahwa ijazah tersebut asli, ia menyayangkan mengapa masalah ini dibiarkan menjadi bola liar yang memecah belah masyarakat.

Baca Juga  Drama Pembacokan Kades di Lumajang: Polisi Ringkus 10 Pelaku, Motif Masih Didalami

“Sudahlah Pak Jokowi, kasih lihat saja ijazahnya. Itu saja. Kenapa sih sensitif sekali? Saya yakin itu asli, tapi kenapa tidak diperlihatkan saja supaya masyarakat tidak saling memaki selama dua tahun ini?” tutur JK menutup pembicaraan.

Pernyataan JK ini seolah menjadi pengingat bagi publik mengenai dinamika kekuasaan dan bagaimana relasi antar-tokoh bangsa terbentuk di masa lalu. Kini, bola panas polemik tersebut kembali bergulir, menunggu respons dari pihak-pihak terkait di tengah suhu politik yang kian dinamis.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul