Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi di Ambang Damai: Serangan Udara di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Jelang Gencatan Senjata

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 17 Apr 2026 02:34 WIB
Tragedi di Ambang Damai: Serangan Udara di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Jelang Gencatan Senjata

Kabarmalam.com — Langit di atas kota Ghazieh, Lebanon selatan, mendadak mencekam sesaat sebelum kesepakatan damai benar-benar diikrarkan. Sebuah serangan udara mematikan dilaporkan menghantam kawasan tersebut, merenggut nyawa warga sipil di tengah harapan yang mulai tumbuh akan hadirnya ketenangan sementara.

Laporan terbaru menyebutkan setidaknya tujuh orang tewas dan 33 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran yang terjadi hanya beberapa jam sebelum jadwal gencatan senjata selama sepuluh hari resmi diberlakukan. Media setempat di Lebanon menggambarkan peristiwa ini sebagai sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan, terutama saat tim penyelamat masih terus berpacu dengan waktu untuk menyisir puing-puing bangunan guna mencari korban yang mungkin masih tertimbun.

Baca Juga  Mengabdi Lewat Komcad: Kisah Ribuan ASN yang Rela Tinggalkan Meja Kerja Demi Gemblengan Militer

Harapan Gencatan Senjata di Tengah Ketegangan

Insiden berdarah ini menjadi ironi besar mengingat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan keberhasilan diplomasi untuk meredam konflik Israel dan Lebanon. Melalui platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi intensif dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam pengumumannya, Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menghentikan kontak senjata selama 10 hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai upaya awal untuk membuka jalan menuju perdamaian yang lebih permanen. Namun, serangan di Ghazieh menunjukkan betapa rapuhnya situasi di lapangan saat transisi menuju perdamaian dilakukan.

Baca Juga  Sentil Pejabat BUMD, Pramono Anung Soroti Ego Sektoral yang Menghambat Sinergi Jakarta

Waktu yang Kritis bagi Lebanon

Kementerian Kesehatan Lebanon menegaskan bahwa angka kematian tujuh orang tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan bisa bertambah mengingat kondisi korban luka yang cukup parah. Di sisi lain, kelompok Hizbullah sebelumnya telah memberikan sinyal untuk menghormati komitmen gencatan senjata tersebut, dengan catatan pihak lawan juga menghentikan seluruh operasi militer mereka secara total.

Kesepakatan yang dimediasi oleh pihak Gedung Putih ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada pukul 5 sore waktu EST. Kini, masyarakat internasional menaruh harapan besar agar komitmen di meja perundingan tidak lagi ternoda oleh pertumpahan darah di lapangan, sehingga warga di wilayah Lebanon selatan dapat merasakan hembusan nafas lega setelah sekian lama berada dalam bayang-bayang peperangan.

Baca Juga  Langkah Besar Menuju Damai: Lebanon Sambut Gencatan Senjata dengan Israel Usai Inisiasi Trump
Tentang Penulis
Husnul
Husnul