Ikuti Kami
kabarmalam.com

Drama Pelarian 13 Hari Remaja Bekasi: Berawal dari Cekcok Keluarga, Berakhir di Stasiun Cibitung

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 15 Apr 2026 19:34 WIB
Drama Pelarian 13 Hari Remaja Bekasi: Berawal dari Cekcok Keluarga, Berakhir di Stasiun Cibitung

Kabarmalam.com — Drama pelarian seorang remaja putri asal Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, akhirnya berakhir dengan kepulangan yang mengharukan. Remaja berinisial B (15) yang sempat menghilang tanpa jejak selama 13 hari tersebut berhasil ditemukan oleh tim gabungan Polres Metro Bekasi dalam kondisi selamat.

Kisah pilu ini bermula dari sebuah ketegangan di ruang keluarga. B, yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMK, terlibat perselisihan sengit dengan saudaranya. Dalam suasana emosi yang memuncak, sang ibu dikabarkan sempat melontarkan kata-kata pengusiran. Hal inilah yang disinyalir menjadi pemantik bagi B untuk angkat kaki dari rumah tanpa membawa kabar selama hampir dua pekan.

Pencarian yang Melelahkan

Pihak keluarga tidak tinggal diam. Berbagai upaya mandiri telah ditempuh, mulai dari menyisir lingkungan sekolah, menghubungi teman-teman sepermainan, hingga mendatangi lokasi tempat korban melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL). Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkan kasus remaja hilang ini ke Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian Kawal Hunian Layak di Sorong: Instruksikan Pembebasan Biaya untuk Rakyat Kecil

Menanggapi laporan tersebut, Polres Metro Bekasi langsung bergerak cepat dengan membentuk tim khusus. Mengandalkan teknologi pelacakan sinyal telepon genggam, petugas mulai memetakan koordinat keberadaan remaja tersebut di tengah padatnya wilayah Bekasi.

Ditemukan Melalui Pelacakan Teknologi

Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, menjelaskan bahwa titik terang muncul saat teknologi pelacak mengarahkan petugas ke area publik yang cukup ramai. “Penelusuran teknis akhirnya membawa petugas kami ke Stasiun Cibitung. Di sana, B ditemukan dalam kondisi fisik yang sehat,” jelas Aliyani.

Meski telah ditemukan, proses pemulangan tidak dilakukan secara represif. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan mediasi emosional. Setelah diberikan pengertian mengenai kekhawatiran mendalam yang dirasakan ibunya, hati remaja tersebut akhirnya luluh dan bersedia untuk kembali ke pelukan keluarga.

Baca Juga  Kapolda Riau Puji Keberanian Ibu-ibu Panipahan: Momentum Bersatu Lawan Narkoba di Akar Rumput

Pesan untuk Orang Tua

Keberhasilan ini menjadi catatan penting bagi Polri dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap perempuan dan anak. Pihak kepolisian juga memberikan pesan mendalam bagi para orang tua untuk senantiasa membangun pola komunikasi yang sehat dengan anak-anak mereka, guna mencegah terjadinya aksi nekat akibat tekanan emosi di lingkungan rumah.

Bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan serupa, Kepolisian telah menyediakan layanan Call Center 110 yang siaga 24 jam. Selain itu, tersedia pula kanal komunikasi interaktif “Curhat Langsung Bunda Kapolres” (CLBK) melalui nomor WhatsApp 081383990086 sebagai solusi layanan cepat bagi warga.

Kini, suasana haru menyelimuti Mapolres Metro Bekasi saat proses serah terima korban dilakukan. Ibu kandung B tak kuasa menahan tangis syukur atas kembalinya putri tercintanya. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Kapolres dan seluruh jajaran yang telah membantu menemukan anak saya setelah 13 hari pencarian yang penuh kecemasan,” ungkapnya dengan nada bergetar.

Baca Juga  Filter Media Sosial Jadi Bumerang, Kasus Orang Hilang di Meksiko Ini Picu Kritik Tajam
Tentang Penulis
Husnul
Husnul