AHY Tekankan Sinergi Strategis Pemerintah dan Kampus: Dari Riset UGM Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Rabu, 15 Apr 2026 11:35 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah dinamika pembangunan nasional yang kian kompleks, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki peran vital sebagai kompas dalam arah kebijakan negara. Hal ini disampaikan AHY saat menerima kunjungan audiensi dari jajaran Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor Kemenko Infrastruktur tersebut, AHY menggarisbawahi bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada orkestrasi yang solid antarlembaga. Sebagai negara kepulauan dengan karakteristik geografi yang sangat beragam, koordinasi lintas sektor bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Orkestrasi Pembangunan dan Peran Strategis Kemenko
AHY menjelaskan bahwa posisi Kementerian Koordinator adalah menjadi konduktor dalam menyelaraskan berbagai kebijakan kementerian teknis. Tantangan yang dihadapi Indonesia memerlukan pendekatan yang holistik agar setiap proyek infrastruktur tidak berjalan secara parsial.
“Kementerian Koordinator mengemban amanah untuk mengorkestrasi kementerian dan lembaga di bawahnya. Ini adalah tugas besar, mengingat kompleksitas pembangunan kita yang menuntut sinergitas lintas sektor yang kokoh,” tutur AHY sebagaimana dikutip oleh tim redaksi kami pada Rabu (15/4/2026).
Kolaborasi Akademisi untuk Kelestarian Alam
Pertemuan dengan delegasi UGM yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta, ini juga menyoroti pentingnya sumber daya alam dan lingkungan hidup. AHY memandang isu kehutanan sering kali bersinggungan dengan persoalan agraria dan tata ruang yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ia menyoroti bahwa kepastian hukum dan rasa keadilan harus menjadi fondasi dalam setiap penyelesaian konflik lahan, baik yang melibatkan rakyat, korporasi, maupun negara. Menurutnya, riset dari akademisi mampu memberikan data yang objektif untuk melahirkan solusi yang berkelanjutan.
Keseimbangan Antara Prosperity dan Sustainability
Pemerintah saat ini tengah menitikberatkan pada dua pilar utama: kesejahteraan (prosperity) dan keberlanjutan (sustainability). AHY menegaskan bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan upaya menjaga ekosistem bumi.
“Infrastruktur yang kita bangun harus mampu menopang ketahanan pangan, energi, serta ketersediaan air. Namun di saat yang sama, kita tidak boleh abai terhadap kelestarian lingkungan demi generasi mendatang,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan kapasitas SDM di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk mendukung inovasi di lapangan. Peran kampus seperti UGM diharapkan mampu menghadirkan terobosan teknologi yang aplikatif dalam menjaga konservasi keanekaragaman hayati.
Menutup sesi pertemuan tersebut, AHY memberikan pesan reflektif mengenai masa depan planet ini. Ia mengingatkan bahwa meski manusia bisa bermimpi mengeksplorasi luar angkasa, bumi tetaplah satu-satunya rumah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab melalui konservasi yang tepat.
Dalam agenda ini, Menko AHY didampingi oleh Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina, serta Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan, Irjen Pol. Arif Rachman.