Aksi Heroik Pria Nganjuk Melawan 4 Begal Bercelurit: Tabrak Pelaku Hingga Tersungkur
Minggu, 26 Apr 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Keberanian luar biasa ditunjukkan oleh Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Di tengah sunyinya malam, pria ini terpaksa bertaruh nyawa saat diadang oleh empat orang asing yang membekali diri dengan senjata tajam.
Insiden mencekam ini terjadi di kawasan Dusun Keduk, Desa Kebonagung, pada Sabtu dini hari (25/04) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, Agus sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaan lembur. Namun, ketenangan perjalanannya terusik ketika empat pria misterius tiba-tiba menutup jalannya di tengah kegelapan jalanan desa yang sepi.
Aksi Nekat Menabrak Pelaku
Situasi semakin genting ketika Agus menyadari bahwa dua dari empat pelaku tersebut menggenggam senjata tajam jenis celurit yang siap diayunkan. Bukannya menyerah karena takut, insting bertahan hidup Agus justru memicu tindakan nekat yang tak terduga demi menyelamatkan diri.
“Saya tidak punya pilihan lain. Saya langsung tancap gas dan menabrakkan motor saya ke salah satu orang yang membawa celurit itu sampai dia jatuh tersungkur,” ungkap Agus saat menceritakan kembali peristiwa tersebut, Minggu (26/4).
Duel Sengit di Tengah Kegelapan
Setelah aksi menabrakkan motor tersebut, duel fisik pun tak terelakkan. Salah satu rekan pelaku lainnya mencoba melayangkan sabetan celurit secara brutal ke arah leher Agus. Beruntung, dengan gerak refleks yang cepat, Agus berhasil menghindar dari maut dan membalas dengan pukulan keras yang membuat pelaku terpelanting.
Meski berhasil memberikan perlawanan sengit, Agus tidak sepenuhnya lolos tanpa cedera. Serangan dari arah lain sempat mengenai wajahnya. “Pelaku yang lain memukul saya, sampai mata kiri saya bengkak seperti ini,” tambahnya sembari menunjukkan luka lebam akibat benturan fisik dalam perkelahian tersebut. Kasus kriminalitas ini pun kini menjadi sorotan warga sekitar.
Teriakan yang Menyelamatkan Nyawa
Menyadari jumlah lawan yang tidak seimbang dan ancaman yang kian nyata, Agus pun berteriak sekencang mungkin untuk meminta pertolongan. Teriakan histeris tersebut rupanya memecah keheningan malam dan didengar oleh sekelompok pemuda desa yang sedang berkumpul di sebuah warung kopi tidak jauh dari lokasi kejadian.
Melihat kedatangan warga yang merespons teriakan korban, keempat pelaku yang mulai terdesak itu pun memilih untuk melarikan diri ke dalam gelapnya hutan dan area persawahan. Berkat keberaniannya, Agus berhasil selamat dari aksi begal Nganjuk yang nyaris merenggut nyawanya tersebut.