Gebrakan Infrastruktur Sulawesi Selatan: Megaproyek 20 Ruas Jalan Resmi Dimulai, Sasar 9 Daerah Strategis
Senin, 06 Jul 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Harapan masyarakat Sulawesi Selatan akan akses jalan yang memadai akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) secara resmi menabuh genderang dimulainya megaproyek perbaikan infrastruktur yang menyasar 20 ruas jalan rusak yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Langkah besar ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus berjibaku dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.
Simbolis dimulainya proyek raksasa ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Acara tersebut dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Desa Tiromanda, Kabupaten Luwu, pada Sabtu (4/7/2026).
Fokus Pembangunan di Sembilan Daerah Strategis
Megaproyek ambisius ini tidak hanya terpusat pada satu titik, melainkan menyebar secara masif di wilayah-wilayah kunci. Sembilan daerah yang masuk dalam peta pembangunan jalan kali ini meliputi Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Jeneponto, Bantaeng, Maros, serta dua kota besar yakni Palopo dan Makassar.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa pembangunan di Ruas Bua-Rantepao merupakan bagian krusial dari Paket 6 Multiyears Project (MYP). Tidak main-main, anggaran fantastis sebesar Rp 239 miliar telah dialokasikan untuk memastikan kualitas jalan yang mumpuni di kawasan tersebut.
“Bismillah, hari ini kita memulai pengerjaan Paket 6 Multiyears Project Infrastruktur Jalan. Kami memilih ruas Bua-Rantepao sebagai pusat groundbreaking karena jalur ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi masyarakat Luwu Raya dan sekitarnya,” ujar Andi Sudirman dalam pernyataan resminya.
Mendorong Roda Ekonomi dan Aksesibilitas
Selama bertahun-tahun, preservasi ruas jalan Bua-Rantepao menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah. Namun, melalui komitmen yang kuat, Pemprov Sulsel memprioritaskan penanganan menyeluruh pada jalur ini. Selain sebagai penghubung antar-wilayah, jalan ini merupakan nadi utama menuju bandara, yang secara otomatis akan memangkas waktu tempuh mobilitas warga serta memperlancar distribusi logistik.
Andi Sudirman menekankan bahwa meskipun pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah, hasil akhirnya diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru di Sulawesi Selatan. “Infrastruktur yang prima adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Kami ingin menghadirkan akses yang lebih baik agar aktivitas harian masyarakat semakin lancar,” tambahnya.
Dukungan Masyarakat Sangat Dinantikan
Menyadari bahwa proses konstruksi akan menimbulkan dampak sementara bagi pengguna jalan, Gubernur pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk turut mengawal dan mendukung kelancaran proyek ini hingga tuntas.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar perbaikan infrastruktur ini berjalan tanpa hambatan. Kami sadar akan ada sedikit ketidaknyamanan selama pengerjaan berlangsung, namun semua ini demi manfaat jangka panjang yang akan kita rasakan bersama,” pungkasnya.