Ikuti Kami
kabarmalam.com

Solidaritas Tanpa Batas: Satgas PRR Puji Sinergi Hibah Antardaerah untuk Pemulihan Aceh

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 25 Jun 2026 20:04 WIB
Solidaritas Tanpa Batas: Satgas PRR Puji Sinergi Hibah Antardaerah untuk Pemulihan Aceh

Kabarmalam.com — Semangat gotong royong di tanah Sumatera menunjukkan taringnya dalam proses pemulihan pascabencana. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata pemerintah daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang menyalurkan bantuan keuangan untuk wilayah terdampak di Aceh. Langkah ini dinilai bukan sekadar bantuan finansial, melainkan simbol kuat solidaritas antardaerah yang patut menjadi rujukan nasional.

Berdasarkan catatan Satgas PRR hingga medio Juni 2026, arus dukungan dari Sumatera Utara telah mengalir deras ke berbagai titik di Serambi Mekkah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama tujuh kabupaten/kota, termasuk Medan, Deli Serdang, hingga Asahan, telah merealisasikan komitmen mereka. Dana segar tersebut kini telah menyentuh wilayah-wilayah yang membutuhkan napas baru seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Gayo Lues melalui skema bantuan keuangan yang terukur.

Baca Juga  Pulih dari Bencana, Pembersihan Lumpur di Sumatera Capai 99,86 Persen – Satu Titik Tersisa di Sumut

Gerakan Massal dari Ranah Minang

Tak mau ketinggalan, dukungan dari Ranah Minang juga menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Sebanyak 15 pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat tercatat telah memproses dukungan mereka. Meski beberapa daerah masih berkutat dengan prosedur administrasi yang teliti, sebagian besar bantuan telah mendarat di rekening kas daerah penerima manfaat di Aceh.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pola hibah seperti ini adalah sebuah terobosan dalam manajemen krisis. Menurutnya, skema ini memperpendek birokrasi sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antarprovinsi di Indonesia.

“Ini adalah progres yang luar biasa. Saya menyarankan agar kepala daerah penerima manfaat meluangkan waktu untuk berkunjung dan berterima kasih secara langsung kepada pemberi hibah. Publikasi melalui media juga penting untuk menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, kita tidak berdiri sendiri,” ungkap Tito dalam sebuah pernyataan resmi pada Kamis (25/6/2026).

Baca Juga  Komitmen Satgas PRR: Jamin Hak Kelompok Rentan dalam Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Dukungan Fiskal dan Kemudahan Administrasi

Pemerintah pusat sebelumnya telah mengucurkan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun guna menopang agenda rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Sumatera. Namun, kebutuhan pemulihan yang masif di Aceh memerlukan tambahan energi, di sinilah peran hibah antardaerah menjadi sangat krusial.

Menariknya, pemerintah juga memberikan relaksasi kebijakan dengan mengizinkan penyaluran dana hibah ini tanpa harus melewati persetujuan DPRD yang panjang. Kebijakan ini diambil demi menjamin kecepatan dalam penanganan kondisi darurat dan pemulihan infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak.

Teladan dari Bireuen dan Asahan

Sebuah momen hangat terekam saat Bupati Bireuen, Mukhlis, memboyong jajarannya berkunjung ke Kabupaten Asahan. Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bentuk apresiasi langsung atas bantuan yang telah mempercepat proses pemulihan bencana di wilayahnya. Satgas PRR menilai aksi diplomasi kemanusiaan ini sebagai contoh nyata bagaimana pemerintah daerah bisa saling bahu-membahu melampaui sekat-sekat administratif.

Baca Juga  Strategi Tito Karnavian Percepat Pemulihan Sumatera: Dorong Pembentukan Satgas Provinsi dan Sinergi Anggaran

Hingga saat ini, total komitmen dari Sumatera Utara saja telah menembus angka Rp260 miliar. Angka yang fantastis ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan wilayah menghadapi potensi bencana di masa depan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul