Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tabir Keterlibatan NATO Terungkap: Iran Kecam Keras Pengakuan Mark Rutte Soal Dukungan Militer AS

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 25 Jun 2026 17:34 WIB
Tabir Keterlibatan NATO Terungkap: Iran Kecam Keras Pengakuan Mark Rutte Soal Dukungan Militer AS

Kabarmalam.com — Ketegangan di Timur Tengah mencapai babak baru yang kian memanas setelah Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, secara blak-blakan membeberkan peran krusial aliansi tersebut dalam menyokong agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Pengakuan ini sontak memicu gelombang kemarahan dari Teheran yang menuduh organisasi pertahanan transatlantik tersebut terlibat langsung dalam apa yang mereka sebut sebagai perang ilegal.

Situasi bermula ketika Mark Rutte berbicara kepada media AS, Fox News, untuk menepis kritik yang dilontarkan Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengeluhkan kurangnya loyalitas sekutu NATO dalam mendukung langkah Washington di medan tempur. Namun, pernyataan Rutte justru menjadi bumerang diplomatik setelah ia merinci bagaimana pangkalan-pangkalan militer di Eropa, mulai dari Italia hingga Rumania, menjadi jantung operasional bagi ratusan pesawat militer Amerika.

Baca Juga  Trump Murka! Senat AS Batasi Kekuatan Perang Terhadap Iran, Sebut Senator Republik 'Pecundang'

Operasi Epic Fury dan Mobilisasi Besar-besaran

Dalam keterangannya, Rutte mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai skala keterlibatan Eropa. Ia menyebutkan bahwa Rumania bahkan harus mengorbankan lalu lintas penerbangan komersial demi memberikan ruang bagi pesawat tanker yang menyuplai bahan bakar di udara. Tidak tanggung-tanggung, diperkirakan ada sekitar 4.000 hingga 5.000 penerbangan militer yang lepas landas dari tanah Eropa untuk menyukseskan misi yang dinamakan “Operation Epic Fury”.

“Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan mereka,” ujar Rutte dalam wawancara tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa aliansi NATO secara sistematis telah menjadi pilar logistik utama bagi pergerakan militer AS dalam menghadapi Iran.

Reaksi Keras Teheran: Pelanggaran Hukum Internasional

Pemerintah Iran tidak tinggal diam menanggapi testimoni tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, meluncurkan kecaman tajam melalui media sosial X. Ia menilai ucapan Rutte adalah bukti tak terbantahkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam agresi terhadap negara yang berdaulat dan anggota sah PBB.

Baca Juga  Si Jago Merah Mengamuk di Kalideres, Gudang Besar di Prepedan Terbakar Hebat

“Ini merupakan pengakuan yang jelas dan memberatkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi ilegal,” tegas Baghaei. Menurutnya, langkah ini merupakan pelanggaran hukum internasional yang sangat terang-terangan dan mengabaikan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB.

Dinamika Politik Internal dan Pembelaan Italia

Di sisi lain, pengakuan Rutte juga menciptakan kegaduhan di internal negara anggota. Italia, yang disebut sebagai salah satu penyedia pangkalan utama, langsung bereaksi keras melalui Menteri Pertahanan Guido Crosetto. Roma bersikeras bahwa izin yang diberikan hanyalah sebatas kegiatan teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik, bukan dukungan langsung untuk pertempuran aktif.

Kementerian Pertahanan Italia menuding Bos NATO tersebut telah menyampaikan pesan yang menyesatkan dengan mencampuradukkan berbagai jenis izin penerbangan. Ketegangan ini menunjukkan adanya retakan dalam politik luar negeri blok Barat, di mana Donald Trump terus menekan sekutunya untuk lebih agresif, sementara banyak negara Eropa merasa ragu terhadap urgensi konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah tersebut.

Baca Juga  Trump Bicara “Perubahan Rezim” Iran, Tapi Fakta di Lapangan Justru Bikin Bingung!

Hingga saat ini, pengakuan Rutte masih menjadi perbincangan hangat di kalangan diplomat dunia, mempertegas betapa rumitnya jaring-jaring kepentingan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kancah global.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul