Debat Panas PDIP vs Demokrat: Deddy Sitorus Sebut Narasi AHY Beraroma Orde Baru
Kamis, 25 Jun 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Eskalasi ketegangan antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat kembali menunjukkan tren meningkat. Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, secara terbuka melancarkan serangan balik terhadap pernyataan elit Demokrat yang sebelumnya membela Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Deddy menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak salah dalam menafsirkan ucapan sang Ketua Umum Demokrat tersebut.
Deddy memandang ada sebuah insinuasi atau sindiran halus namun tajam di balik imbauan AHY agar kritik dilakukan secara konstruktif dan tidak mendiskreditkan. Baginya, pernyataan tersebut adalah bentuk hasutan politik yang sengaja diarahkan untuk memojokkan gaya kritik yang selama ini dilontarkan oleh PDIP.
Kritik vs Gaya Orde Baru
“Tidak ada salah tangkap di sini. Secara logika, kalimat itu jelas memberikan interpretasi bahwa selama ini kritik yang kami sampaikan dianggap tidak konstruktif dan cenderung memecah belah. Inilah yang saya sebut sebagai hasutan politik,” tegas Deddy saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Kamis (25/6/2026).
Lebih jauh, politisi vokal ini mengkritisi pakem ‘kritik konstruktif’ yang digaungkan oleh pihak Demokrat. Menurutnya, menuntut rakyat atau pihak luar untuk selalu memberikan solusi saat melontarkan kritik adalah cerminan pola pikir masa lalu yang identik dengan era Orde Baru. Deddy berpendapat bahwa kritik seharusnya diterima secara terbuka tanpa beban tambahan bagi si pemberi kritik.
“Kritik adalah kritik. Kalau benar, ya diterima dan diperbaiki; kalau tidak benar, silakan diabaikan. Sangat aneh jika pemerintah yang memiliki kekuasaan, anggaran, dan birokrasi justru meminta solusi dari rakyat yang mengkritik. Jika tidak mampu mencari solusi sendiri, lebih baik mundur saja,” cetusnya dengan nada satir.
Pembelaan dari Kubu Demokrat
Sebelumnya, riuh rendah ini dipicu oleh pembelaan Yan Harahap, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis (Brains) Partai Demokrat. Yan justru merasa heran mengapa Deddy Sitorus begitu terusik dengan ajakan untuk mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Yan menilai bahwa pernyataan yang disampaikan oleh AHY merupakan kebenaran yang objektif sehingga sulit untuk dibantah secara substansial. Ia bahkan balik menyentil kemampuan Deddy dalam mencerna narasi politik yang berkembang.
“Jangan-jangan yang membuat terusik itu bukan isi pernyataannya, melainkan karena pesan yang disampaikan Mas AHY terlalu benar untuk dibantah. Saya curiga ada ketidakmampuan dalam mencerna narasi besar yang sedang dibangun,” ujar Yan menanggapi serangan dari pihak PDIP.
Perseteruan ini seolah menjadi babak baru dalam dinamika hubungan kedua partai menjelang kontestasi politik mendatang. Kabarmalam.com akan terus memantau perkembangan isu ini guna memberikan informasi terkini bagi Anda.