Ikuti Kami
kabarmalam.com

Horor Penyekapan Sadis di Bandung: Ahli Jiwa Bedah ‘Topeng’ Psikopat di Balik Aksi Keji Pelaku

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 23 Jun 2026 11:35 WIB
Horor Penyekapan Sadis di Bandung: Ahli Jiwa Bedah 'Topeng' Psikopat di Balik Aksi Keji Pelaku

Kabarmalam.com — Jagat maya kembali dikejutkan oleh sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan dari sudut Kabupaten Bandung. Seorang wanita berinisial YTT (29) menjadi korban kekejaman luar biasa yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri, TH. Bukan sekadar pertikaian biasa, kasus ini mengungkap sisi gelap hubungan yang diwarnai penyekapan dan penyiksaan brutal hingga meninggalkan trauma fisik yang nyaris permanen bagi korban.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melayangkan laporan resmi ke Polda Jawa Barat pada Juni 2026. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa rentetan aksi keji ini mulai terendus ketika keluarga menerima pesan misterius melalui WhatsApp. Pesan singkat tersebut membawa kabar pahit bahwa YTT tengah terbaring lemah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka-luka yang sangat serius.

Baca Juga  Mengenal Nutri Level: Revolusi Label Gizi pada Minuman Kemasan di Indonesia

Luka yang Tak Terlukiskan: Jejak Kekejaman di Cileunyi

Kesaksian dari adik korban, Syahrul Ulum (26), melukiskan betapa biadabnya penganiayaan yang dialami kakaknya. Kondisi YTT saat ditemukan di rumah sakit benar-benar mengiris hati. Menurut Syahrul, mata kanan kakaknya mengalami infeksi berat, sementara mata kirinya telah mengecil dan kehilangan fungsi penglihatan secara total.

Tak berhenti di situ, pelaku seolah kehilangan rasa kemanusiaannya dengan merusak bagian bibir atas korban serta meninggalkan bekas sabetan benda tajam di area kaki. Luka-luka tersebut menjadi bukti nyata betapa liarnya aksi penyekapan yang terjadi di wilayah Cileunyi tersebut.

Analisis Psikiater: Kekerasan Ekstrem Tanpa Empati

Fenomena mengerikan ini menarik perhatian dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, seorang spesialis kedokteran jiwa. Ia menilai bahwa pola penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan dalam kurun waktu lama menunjukkan adanya gangguan kepribadian yang sangat serius pada diri pelaku. Menurutnya, tindakan TH sudah berada pada level kekerasan ekstrem yang disertai hasrat kontrol dominan terhadap korban tanpa sedikit pun rasa empati.

Baca Juga  Waspada! Brown Sugar Boba Masuk Kategori Merah, Kenali Skala Nutri Level yang Kini Menghiasi Gerai Minuman Jakarta

“Karakteristik dingin dan sadis seperti ini sering kali ditemukan pada individu dengan gangguan kepribadian antisosial yang memiliki kecenderungan psikopatik,” ungkap dr. Lahargo. Ia menambahkan bahwa pelaku dengan profil seperti ini biasanya melakukan pelanggaran berat tanpa memikirkan konsekuensi hukum maupun dampak psikis bagi korbannya.

Mengenali ‘Topeng’ Sang Psikopat dalam Hubungan

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang tengah menjalin asmara. Sering kali, individu dengan kecenderungan psikopatik sangat mahir menyembunyikan sifat aslinya di balik ‘topeng’ pesona yang memikat di awal hubungan. Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kesehatan mental dalam hubungan, dr. Lahargo membagikan beberapa tanda peringatan yang patut diwaspadai:

  • Minim Empati: Mereka seolah mati rasa terhadap penderitaan atau rasa sakit yang dialami orang lain, termasuk pasangannya sendiri.
  • Kebohongan Patologis: Sangat lihai memanipulasi fakta dan pandai membangun citra baik (pencitraan) di depan publik.
  • Hasrat Mengontrol: Keinginan kuat untuk mendominasi, memantau, dan mengatur hidup pasangannya secara total (super controlling).
  • Tanpa Penyesalan: Tidak pernah merasa berdosa atau bersalah meskipun telah menyakiti atau merugikan orang lain.
  • Pesona Palsu: Di awal perkenalan, mereka biasanya tampil sangat manis, perhatian, dan mempesona guna menjerat targetnya.
Baca Juga  Alarm Kesehatan! Studi CISDI Ungkap Mayoritas Makanan Kemasan di Indonesia Masuk Kategori Nutri-Level D

Kini, publik berharap keadilan ditegakkan bagi YTT, sementara pihak kepolisian terus mendalami kasus penyekapan ini. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda toksisitas dalam hubungan sebelum berakhir pada tindakan kriminal yang fatal.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid