Ikuti Kami
kabarmalam.com

Niat Sehat Berujung Petaka: Kisah Wanita 26 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Overdosis Vitamin D

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 23 Jun 2026 07:34 WIB
Niat Sehat Berujung Petaka: Kisah Wanita 26 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Overdosis Vitamin D

Kabarmalam.com — Tubuh yang sering terasa lunglai, rambut rontok, hingga suasana hati yang kerap naik-turun sering kali dianggap sebagai sinyal bahwa kita kekurangan asupan nutrisi tertentu, salah satunya adalah vitamin D. Di tengah kemudahan mendapatkan suplemen di pasaran, banyak orang terjebak dalam kebiasaan mendiagnosis diri sendiri dan mengonsumsi vitamin tanpa takaran yang jelas. Namun, kisah pilu yang dialami seorang wanita berusia 26 tahun ini menjadi pengingat keras bahwa sesuatu yang dianggap sehat pun bisa berubah menjadi racun mematikan jika dikonsumsi secara membabi buta.

Tragedi medis ini bermula ketika wanita tersebut memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D hanya karena mengikuti saran seorang teman yang menyebut dirinya terlihat kekurangan nutrisi. Tanpa melakukan tes darah atau berkonsultasi dengan tenaga medis profesional, ia secara rutin menenggak suplemen tersebut dalam dosis tinggi selama berbulan-bulan. Alih-alih mendapatkan kebugaran, ia justru mendapati tubuhnya perlahan-lahan mulai ‘berkhianat’.

Baca Juga  Mengintip Rahasia Centenarian Jepang: Bagaimana Mencapai Usia 100 Tahun dengan Kebiasaan Sederhana?

Sinyal Bahaya yang Terabaikan

Gejala awal yang muncul sempat ia abaikan karena dianggap sebagai kelelahan biasa. Namun, kondisinya kian memburuk saat ia mulai sering muntah, mengalami sembelit akut, hingga rasa haus yang luar biasa ekstrem yang tidak kunjung hilang meski sudah banyak minum. Tidak hanya itu, frekuensi buang air kecilnya meningkat drastis, disertai rasa bingung dan disorientasi yang mulai mengganggu aktivitasnya.

Setelah dilarikan ke rumah sakit dan menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam, tim medis menemukan fakta yang mengerikan. Kadar vitamin D dalam tubuh wanita muda ini telah mencapai tingkat toksik atau beracun. Kondisi ini memicu terjadinya hiperkalsemia, yaitu lonjakan kadar kalsium dalam darah secara ekstrem yang langsung menghantam fungsi ginjalnya. Akibatnya, ia didiagnosis menderita kerusakan ginjal parah dan terpaksa harus menjalani prosedur cuci darah atau dialisis.

Baca Juga  Polemik Aturan Obat di Minimarket: BPOM Bantah Abaikan Peran Apoteker, Tegaskan Komitmen Keamanan Konsumen

Mekanisme Kerusakan: Bagaimana Vitamin Menjadi Racun?

Dr. Aseem Thamba, seorang Konsultan Nefrologi dan Dokter Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Zen Multi-spesialisasi, menjelaskan bahwa kasus toksisitas vitamin D memang jarang, namun sangat fatal jika terjadi. Menurutnya, kelebihan asupan vitamin D akan memaksa ginjal bekerja jauh melampaui batas kemampuannya karena harus menyaring kelebihan kalsium yang membeku di dalam aliran darah.

“Suplementasi yang berlebihan tanpa pengawasan dokter dapat memicu cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury. Jika kerusakan ini berlangsung lama dan tidak segera ditangani, pasien tidak punya pilihan lain selain bergantung pada mesin cuci darah untuk bertahan hidup,” tegas dr. Thamba. Ia juga mematahkan anggapan bahwa usia muda bisa menjadi tameng pelindung organ dalam dari efek samping overdosis zat kimia atau suplemen.

Waspadai ‘Alarm’ Tubuh Anda

Salah satu tantangan dalam mendeteksi keracunan vitamin D adalah gejalanya yang sangat mirip dengan gangguan kesehatan ringan sehari-hari. Dr. Thamba mengimbau agar masyarakat segera melakukan pemeriksaan jika merasakan tanda-tanda berikut setelah rutin mengonsumsi suplemen dosis tinggi:

  • Mual dan muntah yang tidak kunjung reda.
  • Kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba tanpa sebab jelas.
  • Rasa haus yang ekstrem dan frekuensi buang air kecil yang tidak normal.
  • Kelelahan hebat yang disertai dengan gangguan pencernaan akut.
Baca Juga  Hati-hati! Lezatnya Jeroan Saat Idul Adha Simpan Risiko Asam Urat dan Gangguan Ginjal

Lebih lanjut, ia memperingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada mitos kesehatan yang menyebutkan bahwa konsumsi Vitamin K2 dapat menetralisir efek samping overdosis vitamin D. Faktanya, tidak ada tameng ajaib bagi tubuh selain mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter melalui hasil tes laboratorium resmi. Jangan biarkan niat sehat Anda justru menjadi jalan pintas menuju kerusakan organ permanen.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid