Misteri di Balik Sel Darah: Mengapa Pemilik Golongan Darah Tertentu Lebih Rentan Terkena Stroke Dini?
Selasa, 23 Jun 2026 18:07 WIB
Kabarmalam.com — Selama ini, kita mengenal klasifikasi golongan darah hanya sebatas keperluan transfusi atau syarat administrasi medis. Namun, sebuah tabir baru dalam dunia kesehatan baru saja terungkap. Ternyata, jejak genetik yang mengalir dalam pembuluh darah kita menyimpan informasi vital mengenai risiko penyakit kritis, salah satunya adalah stroke.
Hubungan Genetik yang Mengejutkan
Sebuah riset mendalam yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology memberikan peringatan bagi mereka yang memiliki golongan darah A. Studi berskala besar ini menemukan adanya korelasi signifikan antara variasi genetik subkelompok A1 dengan peningkatan risiko terkena stroke sebelum menginjak usia 60 tahun.
Mark Gladwin, seorang ilmuwan sekaligus praktisi medis dari University of Maryland, menyebutkan bahwa temuan ini membuka cakrawala baru dalam memahami faktor risiko stroke yang bersifat ‘statis’ atau tidak dapat diubah. Analisis data yang melibatkan hampir 17.000 pasien stroke dan 600.000 individu sehat menunjukkan bahwa pemilik varian genetik A1 memiliki kerentanan 16 persen lebih tinggi dibandingkan golongan darah lainnya.
Mengapa Usia Muda Menjadi Sorotan?
Penyebab stroke usia muda sering kali menjadi teka-teki bagi para ahli saraf. Berbeda dengan lansia yang biasanya dipicu oleh akumulasi plak lemak (aterosklerosis), stroke pada individu yang lebih muda cenderung dipicu oleh mekanisme pembentukan bekuan darah yang abnormal.
Steven Kittner, ahli neurologi vaskular, menekankan bahwa peningkatan kasus stroke pada usia produktif sangat mengkhawatirkan. “Dampaknya tidak hanya pada risiko kematian, tetapi juga potensi disabilitas jangka panjang yang harus ditanggung selama berpuluh-puluh tahun,” ungkapnya. Penelitian genom menunjukkan bahwa lokasi gen ABO, yang menentukan golongan darah seseorang, memegang peranan kunci dalam proses ini.
Perbandingan Antar Golongan Darah
Menariknya, penelitian ini juga membawa kabar baik bagi pemilik golongan darah O. Data menunjukkan bahwa varian genetik O1 memiliki risiko stroke 12 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata populasi. Sementara itu, pemilik golongan darah B juga perlu waspada, karena mereka tercatat memiliki risiko sekitar 11 persen lebih tinggi untuk mengalami gangguan aliran darah ke otak, tanpa memandang batasan usia.
Meskipun demikian, para ahli menghimbau agar masyarakat tidak panik secara berlebihan. Peningkatan risiko ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan faktor gaya hidup. Hingga kini, mekanisme pastinya masih diteliti, namun diduga kuat berkaitan dengan faktor pembekuan darah, interaksi trombosit, serta protein spesifik dalam sirkulasi darah yang memicu terbentuknya sumbatan.
Mengenal Jenis Stroke dan Gejala Daruratnya
Stroke pada dasarnya adalah serangan mendadak pada otak yang terjadi akibat gangguan suplai darah. Secara medis, dikenal dua jenis utama:
- Stroke Iskemik: Terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak. Ini adalah jenis yang paling umum ditemukan.
- Stroke Hemoragik: Kondisi yang lebih fatal di mana pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan perdarahan dan tekanan hebat pada jaringan saraf.
Gejala yang muncul sering kali datang tanpa peringatan. Nyeri kepala yang sangat hebat, mual, muntah, hingga hilangnya kesadaran secara tiba-tiba adalah alarm bahaya. Edukasi mengenai kesehatan pembuluh darah menjadi sangat penting agar penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin, sebelum kerusakan sel otak menjadi permanen.
Pada akhirnya, meski golongan darah adalah takdir genetik yang tidak bisa diubah, kita tetap memiliki kendali penuh atas faktor risiko lainnya. Pola makan sehat, olahraga rutin, dan kontrol tekanan darah tetap menjadi perisai utama dalam menjaga kesehatan otak kita di masa depan.