Ikuti Kami
kabarmalam.com

Strategi Menkes Perangi TBC: Usulkan Pasien Jadi Penerima Program Makan Bergizi Gratis

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 23 Jun 2026 13:34 WIB
Strategi Menkes Perangi TBC: Usulkan Pasien Jadi Penerima Program Makan Bergizi Gratis

Kabarmalam.com — Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, membawa sebuah perspektif baru yang krusial dalam pelaksanaan program strategis pemerintah. Tidak hanya berfokus pada anak sekolah, Menkes mengusulkan agar para pasien Tuberkulosis (TBC) di seluruh Indonesia masuk ke dalam daftar prioritas penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Urgenitas di Balik Angka Kematian yang Tinggi

Langkah ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Menkes memaparkan fakta kelam mengenai penyebaran TBC di tanah air yang masih berada pada level mengkhawatirkan. Dengan mencatat sekitar satu juta kasus setiap tahunnya, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menekan angka mortalitas yang mencapai 160 ribu jiwa per tahun.

“Setiap lima menit, ada dua orang yang meninggal karena TBC di Indonesia. Ini adalah angka yang sangat serius,” tegas Menkes saat ditemui di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan. Menurutnya, memerangi bakteri Mycobacterium tuberculosis tidak bisa hanya mengandalkan intervensi medis berupa obat-obatan semata. Asupan nutrisi yang kuat menjadi fondasi utama agar sistem imun pasien mampu merespons pengobatan dengan lebih efektif.

Baca Juga  Waspada 'Silent Killer', Kenali Gejala Penyakit Ginjal Kronis yang Sering Dikira Lelah Biasa

Sinergi dengan Badan Gizi Nasional

Gagasan inovatif ini telah dikomunikasikan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang. Respon yang diterima pun tergolong positif, meski implementasinya memerlukan penyesuaian dari sisi regulasi. Menkes mengisyaratkan adanya kemungkinan revisi pada Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengakomodasi perluasan target sasaran ini.

“Pihak BGN menyambut baik ide ini. Tentu ada prosedur administratif yang harus disesuaikan, termasuk kemungkinan perubahan sedikit pada payung hukumnya, karena fokus awal memang pada anak-anak sekolah. Namun, ini adalah langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien,” jelas Budi Gunadi.

Tetap Mengawal Kelompok Prioritas ‘Fase Emas’

Meskipun mendorong perhatian ekstra bagi pasien TBC, Menkes memastikan bahwa kelompok rentan lainnya tidak akan terpinggirkan. Program Makan Bergizi Gratis tetap akan menjadikan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai pilar utama.

Baca Juga  Polemik Penyalahgunaan Mobil Operasional MBG di Lombok, Badan Gizi Nasional Angkat Bicara

Ketiga kelompok ini berada dalam ‘fase emas’ pertumbuhan yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Pemenuhan gizi pada ibu hamil bertujuan mencegah komplikasi persalinan dan stunting sejak dalam kandungan. Sementara itu, nutrisi bagi ibu menyusui diharapkan dapat menjamin kualitas ASI eksklusif hingga anak berusia dua tahun.

Kebijakan Berbasis Data

Pemerintah, melalui kolaborasi lintas kementerian, berkomitmen agar program ini dijalankan secara transparan dan terukur. Evaluasi berkala akan terus dilakukan dengan memantau data pemeriksaan kesehatan serta status gizi masyarakat di lapangan. Tujuannya jelas: menciptakan kebijakan evidence-based yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat luas.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid