Ikuti Kami
kabarmalam.com

Investigasi Mendalam Sungai Ciujung: Pemprov Banten Bedah Penyebab Air Hitam dan Bau Menyengat

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 22 Jun 2026 20:34 WIB
Investigasi Mendalam Sungai Ciujung: Pemprov Banten Bedah Penyebab Air Hitam dan Bau Menyengat

Kabarmalam.com — Kondisi memprihatinkan menyelimuti aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang yang kini berubah warna menjadi pekat dan mengeluarkan aroma tak sedap. Menanggapi keresahan warga yang kian memuncak, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) bergerak cepat melakukan investigasi komprehensif untuk mengungkap dalang di balik dugaan pencemaran sungai tersebut.

Langkah nyata ini diawali dengan penerjunan tim teknis langsung ke lapangan guna memetakan kondisi terkini serta mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium khusus. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengungkapkan bahwa pengecekan ini merupakan respons darurat terhadap perubahan kualitas air yang terjadi secara drastis.

Anomali Musim Kemarau dan Endapan Misterius

Menurut Wawan, fenomena air menghitam di Sungai Ciujung kerap kali berulang saat musim kemarau tiba. Debit air yang menyusut tajam diduga kuat menyingkap tumpukan sedimen dan limbah yang selama ini tersembunyi di dasar sungai. “Saat volume air berkurang, warna hitam itu muncul ke permukaan. Ada indikasi terjadi pendangkalan yang parah akibat penumpukan tanah dan material di dasar sungai,” jelasnya pada Senin (22/6/2026).

Baca Juga  Geger Aksi Pria 'Incar' Kotak Amal Masjid di Bogor, Fakta Mengejutkan Terungkap Usai Diamankan Warga

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan analisis awal sebelum melakukan inspeksi besar-besaran pada pekan depan. Ia menekankan bahwa persoalan ini bersifat kumulatif, sehingga memerlukan penanganan yang terukur dan berbasis data.

Tiga Fokus Investigasi DLHK Banten

Dalam upaya membersihkan nama baik ekosistem Sungai Ciujung, DLHK Banten memfokuskan penyelidikan pada tiga aspek krusial:

  • Analisis Kualitas Air: Melakukan komparasi data sampel air dari rekam jejak tahun 2024 dan 2025 untuk melihat tren kerusakan lingkungan.
  • Parameter Kimiawi: Meneliti kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) yang terdeteksi sangat tinggi, bahkan berpotensi melampaui ambang batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
  • Studi Debit dan Sedimentasi: Menganalisis pergerakan air yang statis. Tanpa adanya efek flushing atau pembilasan alami dari hulu, limbah yang masuk ke sungai akan mengendap dan mengalami sedimentasi yang semakin menebal.
Baca Juga  Revolusi Pendidikan Banten: Jurusan SMK yang Minim Serapan Kerja Bakal Segera Dihapus

“Kondisi air yang diam tanpa arus yang cukup membuat limbah tidak terurai dengan baik, melainkan justru mengendap dan merusak ekosistem di sekitarnya,” tambah Wawan Wahyudi.

Mendorong Partisipasi Aktif Masyarakat

Selain upaya teknis dari instansi terkait, Pemerintah Provinsi Banten juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam. Warga yang terdampak secara langsung diimbau untuk segera melayangkan aduan resmi kepada otoritas terkait. Informasi dari lapangan dinilai sangat krusial sebagai landasan hukum dalam mengambil tindakan administratif maupun sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan hidup.

Dengan investigasi yang tengah berjalan ini, diharapkan misteri menghitamnya Sungai Ciujung dapat segera terpecahkan dan langkah restorasi lingkungan dapat segera dilakukan demi keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Baca Juga  Gebrakan Andra Soni: 801 Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis, Targetkan Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Tentang Penulis
Husnul
Husnul