Skandal Pelecehan Seksual di Malang: Ormas Yakuza Maneges Segel Tiga Lokasi Ponpes
Senin, 15 Jun 2026 12:34 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang keresahan masyarakat di Kabupaten Malang akhirnya mencapai titik puncak. Sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) asal Jawa Timur, Yakuza Maneges, mengambil langkah tegas dengan menyegel tiga lokasi pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bululawang. Tindakan drastis ini merupakan buntut dari mencuatnya dugaan skandal pelecehan seksual yang menyeret nama oknum pimpinan lembaga pendidikan agama tersebut.
Aksi penyegelan ini tidak muncul begitu saja. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan pondok pesantren tersebut rupanya telah lama menjadi bara dalam sekam bagi warga sekitar. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa sekitar satu dekade silam, warga sempat tersulut emosi dan nyaris membakar bangunan pesantren tersebut akibat isu serupa yang terus berulang tanpa adanya kepastian hukum. Minimnya tindakan tegas di masa lalu membuat masyarakat merasa kasus asusila ini sengaja dibiarkan menguap begitu saja.
Demi Keadilan dan Pencegahan Konflik Sosial
Sekjen Yakuza Maneges, Rizky Bagus, mengungkapkan bahwa keputusan untuk turun tangan didasari oleh laporan resmi dan kesaksian memilukan dari para korban yang merasa terpojok. Ia menegaskan bahwa langkah penyegelan ini diambil sebagai upaya memberikan rasa keadilan, sekaligus menjadi tindakan preventif guna mencegah meletusnya konflik sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Bululawang.
“Berbekal ketegasan serta dukungan penuh dari warga dan keterangan valid dari para korban, kami memutuskan untuk membawa persoalan ini ke ranah kepolisian. Untuk sementara waktu, lokasi ini kami segel agar ada proses pembenahan total dari pihak pondok,” tutur Rizky saat memberikan penjelasan kepada awak media.
Penyegelan tersebut menyasar tiga titik lokasi berbeda yang diduga kuat berada di bawah payung kepemimpinan yang sama. Dampak dari langkah ini, seluruh aktivitas pendidikan dan keagamaan di lokasi tersebut kini resmi dihentikan. Pihak ormas juga memastikan bahwa seluruh santri yang menetap di sana telah dipulangkan ke keluarga masing-masing demi menjaga keamanan dan kondisi psikologis mereka.
Peristiwa penyegelan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh institusi pendidikan untuk selalu menjaga integritas dan moralitas. Kasus ini kini tengah dalam pengawasan ketat masyarakat, yang menanti langkah hukum konkret dari pihak berwenang agar keadilan bagi para korban benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.